NARASITODAY.COM, GIRONA – Stadion Montilivi menjadi saksi runtuhnya takhta Barcelona di puncak klasemen Liga Spanyol. Dalam laga penuh tensi yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Girona, bukan hanya drama pembalikan skor yang menjadi buah bibir, melainkan keributan hebat di pengujung laga yang melibatkan bintang muda Lamine Yamal.
Laga yang seharusnya menjadi panggung pembuktian bagi Blaugrana berubah menjadi mimpi buruk. Meski sempat memimpin lebih dulu melalui gol Pau Cubarsi, Barcelona harus rela melihat gawang mereka dibobol dua kali oleh Thomas Lemar dan Fran Beltran.
Detik-Detik Mencekam di Menit 99
Puncak ketegangan terjadi tepat pada menit kesembilan masa injury time. Di saat Barcelona berpacu dengan sisa detik terakhir untuk menyamakan kedudukan, Lamine Yamal melesat memimpin serangan kilat. Namun, upaya penyelamatan serangan itu dihentikan secara brutal oleh pemain Girona, Joel Roca.
Roca yang tertinggal langkah langsung menerjang Lamine Yamal dengan tekel keras dari belakang saat sang wonderkid tengah berkonsentrasi penuh melewati barisan pertahanan lawan.
Emosi yang Meluap
Yamal sempat terguling di atas rumput akibat benturan keras tersebut. Namun, seolah didorong oleh amarah yang membuncah, ia segera bangkit dan langsung meluapkan kemarahannya kepada Joel Roca. Situasi seketika memanas ketika pemain dari kedua tim berlarian menuju titik insiden.
Pemain-pemain Barcelona datang menyuarakan protes keras atas tindakan berbahaya Roca, sementara punggawa Girona mencoba membentengi rekan mereka. Wasit Cesar Soto yang berada di lokasi kejadian tanpa ragu langsung merogoh saku belakang dan mengacungkan kartu merah untuk Joel Roca.
Girona Bertahan, Barcelona Tergusur
Meski harus bermain dengan 10 orang di sisa waktu yang sangat sempit, Girona menunjukkan pertahanan baja. Mereka berhasil meredam emosi dan tekanan Barcelona untuk mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi tim asuhan Hansi Flick. Tidak hanya kehilangan tiga poin dalam laga yang diwarnai keributan, Barcelona juga harus merelakan posisi puncak klasemen diambil alih oleh pesaing mereka. Bagi Girona, kemenangan ini bukan sekadar tiga angka, melainkan bukti ketangguhan mental mereka di hadapan raksasa Catalan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













