Saluran Tersumbat dan Bangunan Liar Picu Banjir, Terminal Leuwiliang Dinormalisasi

0
Saluran Tersumbat
Petugas gabungan melakukan pembersihan dan normalisasi saluran air di kawasan Terminal Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin (2/3/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengangkat tumpukan sampah dan lumpur yang menyumbat drainase guna mencegah banjir saat hujan deras. Foto : Ist

NARASITODAY.COM, BOGOR – Tim gabungan melakukan normalisasi saluran air di kawasan Terminal Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin (2/3/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah Leuwiliang, Aldino Putra Perdana, mengatakan kegiatan pembersihan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah instansi.

Baca Juga :  Mengapa Memilih HP dengan Baterai 6000 mAh? Keunggulan dan Rekomendasi

“Hari ini kami melaksanakan pembersihan dan normalisasi saluran di Terminal Leuwiliang. Kami dibantu rekan-rekan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Menurut Aldino, banjir yang kerap menggenangi area terminal disebabkan saluran drainase yang tersumbat sampah dan endapan lumpur tebal. Selain itu, keberadaan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air turut mempersempit aliran.

Baca Juga :  160 PTPS Se Dramaga Siap Ngawal Pelaksanaan Pilkada 2024

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengangkut tumpukan sampah menggunakan beberapa truk untuk memulihkan fungsi drainase. Normalisasi dilakukan di sejumlah titik yang dinilai rawan genangan.

“Kendala utama adalah banyaknya sampah yang menumpuk serta bangunan liar yang berdiri tepat di atas saluran,” jelasnya.

Ia menilai, berkurangnya kapasitas drainase akibat tertutup bangunan dan rendahnya kesadaran menjaga kebersihan menjadi faktor utama penyebab banjir di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Penataan Perkotaan Bogor, Satpol PP Bongkar 1.736 Lapak PKL di Berbagai Wilayah

Pihaknya berharap, setelah dilakukan pembersihan, masyarakat sekitar dan pedagang kaki lima (PKL) dapat menjaga kebersihan lingkungan serta tidak kembali menutup saluran air.

“Kami minta saluran yang sudah dibersihkan tidak ditutup lagi agar tidak terjadi banjir saat hujan turun,” tandasnya.***

Wartawan : Andreas