NARASITODAY.COM, GOLD COAST – Stadion Gold Coast seolah membeku pada Senin (2/3/2026) saat ritual pra-pertandingan berlangsung. Di tengah lapangan, para pemain Timnas Wanita Iran berdiri kaku tanpa mengucapkan sepatah kata pun, memilih untuk bungkam saat lagu kebangsaan negara mereka berkumandang. Keheningan yang penuh makna itu langsung menjadi sorotan, menciptakan kontras yang tajam dengan semangat kompetisi Piala Asia Wanita 2026 yang baru dimulai.
Aksi diam para pemain Iran itu viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat sebagian besar pemain menolak menyanyikan lagu kebangsaan, sementara sebagian kecil lainnya bahkan terlihat melempar senyum ke arah suporter. Menariknya, suporter Iran yang hadir di stadion terlihat membawa bendera pro-revolusi Iran.
Belum ada pernyataan resmi mengenai alasan spesifik di balik aksi tersebut. Namun, media Prancis Footmercato menyebut langkah pemain Iran itu sebagai bentuk protes terhadap rezim di negara tersebut. Kondisi ini jauh berbeda dari penampilan mereka saat babak Kualifikasi Piala Asia Wanita tahun lalu, di mana saat menghadapi Singapura, timnas Iran memberikan hormat militer saat lagu kebangsaan berkumandang.
Aksi tersebut juga terjadi di tengah situasi politik yang genting. Saat ini, Iran masih berada dalam masa berkabung selama 40 hari menyusul gugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pelatih Iran, Marziyeh Jafari, terlihat tersenyum selama lagu dimainkan, namun fokus utama beralih ke lapangan hijau setelah kickoff.
Di sisi pertandingan, Iran harus mengakui keunggulan Korea Selatan dengan skor 0-3. Gol-gol kemenangan Korea Selatan dicetak oleh Choe Yu Ri, Kim Hye Ri, dan Ko Yoo Jin.
Hasil ini membuat jalan Iran di grup tersebut semakin terjal. Pada pertandingan berikutnya, mereka akan menghadapi tuan rumah Australia pada Kamis (5/3). Pelatih Jafari mengakui tantangan berat yang menanti, namun tetap mencoba melihat sisi positif bagi perkembangan timnya.
“Saya tahu kita akan menghadapi pertandingan yang sulit. Menurut saya, memainkan pertandingan yang sulit itu menyenangkan karena para pemain bisa mendapatkan banyak pengalaman untuk masa depan mereka,” kata Jafari.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














