NARASITODAY.COM, DEPOK – Klakson yang bersahutan dan deretan lampu rem yang memerah menghiasi kawasan Jalan Raya Bogor hingga Jalan Akses UI, Depok, pada Rabu (4/3/2026) pagi. Kemacetan parah melanda urat nadi transportasi tersebut, memaksa ribuan komuter terjebak dalam kepadatan volume kendaraan yang luar biasa.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 08.30 WIB, antrean kendaraan mengular dari Jalan Raya Bogor menuju arah Jalan Akses UI. Titik kemacetan paling krusial terpantau di persimpangan Jalan Kolonel Pranoto, di mana polisi harus memasang traffic cone dan memberlakukan pengalihan arus guna mengurai simpul kepadatan.
Di balik angka statistik kemacetan, ada ribuan warga yang harus berjuang dengan waktu. Astrid (26), seorang pekerja yang rutin melintasi jalur tersebut, menceritakan pengalamannya terjebak di jalur “neraka” pagi ini. Perjalanan yang biasanya ia tempuh hanya dalam waktu 20 menit, mendadak membengkak menjadi satu jam perjalanan.
“Jam 07.35 WIB di Belimbing saya sampai UI jam 08.20 baru sampai. Biasanya cuma 20 menitan. Sebel banget deh tiap pagi bikin emosional, jadi telat,” keluh Astrid kepada detikcom.
Astrid menambahkan bahwa skenario pengalihan arus di Jalan Kolonel Pranoto sempat membuatnya bingung dan semakin tertahan. “Biasanya bisa belok kanan (dari Jalan Kol Pranoto ke Akses UI), saya udah nunggu lama banget macet stuck di situ. Terus nggak boleh langsung ke kanan, jadi kudu belok kiri dulu. Akhirnya belok kiri, sepanjang jalan macet kayaknya sampe Pal deh,” ujarnya.
Anehnya, Astrid mengaku tidak melihat adanya kecelakaan atau hambatan fisik di jalan. “Nggak ada apa-apa sih emang, nggak ada yang jatoh atau berhenti sembarangan dan nggak lagi hujan,” jelasnya.
Kemacetan ini juga mencapai puncaknya di depan Mako Brimob, Kelapa Dua. Petugas kepolisian tampak berjaga di titik-titik krusial untuk melakukan pengaturan manual.
Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Joko Sembodo, mengonfirmasi bahwa tidak ada kejadian luar biasa seperti kecelakaan yang memicu hambatan tersebut. Kondisi ini murni disebabkan oleh ledakan volume kendaraan yang masuk ke jalanan secara bersamaan.
“Iya karena semuanya berbarengan di satu waktu, tapi petugas sudah pengaturan alhamdulillah bisa terurai,” ujar Kompol Joko Sembodo saat dihubungi wartawan.
Meskipun petugas telah berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas, ekor kemacetan sempat mengular hingga ke Jalan Menpor Palsigunung. Namun, begitu melewati titik Patung Kuda (Brimob) dekat pom bensin, arus lalu lintas dilaporkan kembali “lancar jaya”.
Kondisi ini menjadi pengingat harian bagi warga Depok bahwa lonjakan volume kendaraan di jam berangkat kerja masih menjadi tantangan besar yang menguras energi dan emosi para pejuang nafkah.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














