NARASITODAY.COM, JAKARTA – Saat seseorang kehilangan orang yang dicintai, dukungan moral dari orang sekitar sangat dibutuhkan. Namun tidak semua ucapan yang dimaksudkan untuk menghibur justru memberikan rasa nyaman. Dalam beberapa kasus, kata-kata yang kurang tepat malah dapat memperparah luka batin orang yang sedang berduka.
Dalam kondisi emosional yang sensitif, memilih kata yang tepat menjadi hal penting agar kehadiran kita benar-benar memberikan dukungan, bukan justru menambah beban perasaan. Berikut lima ucapan yang sebaiknya dihindari ketika menghadapi seseorang yang sedang berduka.
- “Yang sabar ya, ini sudah takdir.”
Kalimat ini sering diucapkan dengan niat baik, namun bagi sebagian orang yang sedang kehilangan, ucapan tersebut bisa terasa seperti meremehkan rasa sakit yang mereka alami. Saat berduka, seseorang membutuhkan empati, bukan sekadar pengingat bahwa peristiwa tersebut adalah takdir.
- “Masih banyak orang yang nasibnya lebih buruk.”
Membandingkan kesedihan seseorang dengan penderitaan orang lain justru dapat membuat mereka merasa tidak dipahami. Setiap orang memiliki cara dan proses berduka yang berbeda, sehingga membandingkan situasi hanya akan membuat mereka merasa diabaikan.
- “Kamu harus kuat.”
Meski terdengar seperti dukungan, kalimat ini bisa membuat seseorang merasa tertekan untuk menahan emosi. Padahal, menangis atau merasa sedih adalah bagian normal dari proses berduka yang sehat.
- “Ini sudah yang terbaik.”
Ucapan ini sering kali terasa terlalu cepat diucapkan. Bagi orang yang baru kehilangan, menerima kenyataan saja sudah sangat berat. Mengatakan bahwa hal tersebut adalah yang terbaik bisa terdengar tidak sensitif terhadap perasaan mereka.
- “Nanti juga akan lupa sendiri.”
Kalimat ini dapat memberikan kesan bahwa kehilangan seseorang bukanlah hal besar. Padahal bagi orang yang ditinggalkan, kenangan dan rasa kehilangan bisa bertahan sangat lama.
Utamakan Empati Daripada Nasihat
Dalam menghadapi orang yang berduka, terkadang kehadiran dan empati jauh lebih berarti daripada kata-kata panjang. Kalimat sederhana seperti “Saya turut berduka cita” atau “Saya ada jika kamu ingin bercerita” sering kali lebih menenangkan.
Memberikan ruang bagi seseorang untuk merasakan kesedihannya tanpa dihakimi merupakan bentuk dukungan yang paling tulus. Dengan memahami hal ini, kita dapat membantu orang yang sedang berduka melewati masa sulit dengan lebih tenang dan penuh dukungan.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














