NARASITODAY.COM, AUSTIN – Aspal panas Circuit of the Americas (COTA) menjadi saksi bisu perjuangan heroik sekaligus pilu pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama. Sempat menunjukkan taringnya di barisan depan, pembalap berusia 17 tahun itu harus menelan pil pahit gagal finis akibat kecelakaan high side pada balapan Moto3 Amerika, Minggu (29/3/2026) atau Senin dini hari WIB.
Memulai balapan dari posisi start keempat, pembalap andalan Honda Team Asia ini sempat memberikan harapan besar bagi publik otomotif tanah air. Meski sempat tercecer ke posisi delapan, Veda menunjukkan mentalitas petarung dengan merangsek naik dan mencatatkan lap tercepat pada putaran ketiga.
Drama di Lap Kelima
Ambisi Veda untuk kembali merebut posisi keempat dari kejaran Valentin Perrone dan Guido Pini terhenti secara dramatis saat memasuki lap kelima. Saat mencoba melibas tikungan dengan agresif, Veda kehilangan kendali motornya. Ia terlempar dari jok motor dalam insiden high side yang mengerikan.
Nahas, motor tunggangan Veda yang tergeletak di tengah lintasan tak dapat dihindari oleh Joel Esteban. Tabrakan tak terelakkan, membuat Esteban ikut tersungkur. Beruntung, Veda berhasil bangkit dan berjalan menuju zona aman tanpa cedera serius, meski impiannya meraih poin di Austin harus terkubur.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Veda Ega menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada tim dan pendukungnya.
“Bukan akhir pekan yang baik bagi kami di Austin, tetapi kami mendapat pelajaran dan terus maju ke depan. Maafkan saya tim. Kami akan kembali lebih kuat,” ucap Veda Ega di Instagram pribadinya.
Klasemen dan Evaluasi
Kegagalan membawa pulang poin dari Amerika Serikat membuat posisi Veda di klasemen sementara Moto3 melorot ke peringkat ketujuh. Saat ini, ia mengoleksi 27 poin, tertinggal 38 angka dari sang pemuncak klasemen, Maximo Quiles.
Meski demikian, kecepatan yang ditunjukkan Veda sepanjang akhir pekan di Texas membuktikan bahwa ia memiliki level persaingan yang setara dengan pembalap elite Eropa. Austin mungkin memberinya luka, namun bagi “The Wonder Boy” dari Gunungkidul ini, kecelakaan tersebut hanyalah bagian dari proses pendewasaan di panggung dunia.
Veda Ega Pratama kini menatap seri berikutnya dengan ambisi penebusan, membawa semangat untuk membuktikan janjinya kembali lebih kuat di lintasan balap.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














