Sudah Kecanduan Pujian Orang? 5 Red Flag & Langkah Bebaskan Diri

0
pujian
Ilustrasi seserorang yang memberi pujian lewat tepuk tangan.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Memberi pujian kepada orang lain sering dianggap sebagai bentuk kebaikan. Namun, bagaimana jika kebiasaan itu berubah menjadi kebutuhan yang sulit dikendalikan? Tanpa disadari, seseorang bisa terjebak dalam pola “kecanduan memuji” yakni dorongan terus-menerus untuk menyenangkan orang lain demi mendapatkan penerimaan.

Kondisi ini bukan sekadar soal bersikap ramah. Jika berlebihan, kebiasaan memuji justru bisa menggerus kepercayaan diri dan membuat seseorang kehilangan jati diri. Berikut lima tanda peringatan (red flag) yang patut diwaspadai, sekaligus langkah untuk membebaskan diri.

1. Takut Tidak Disukai

Jika kamu merasa cemas saat tidak memuji orang lain, atau takut dianggap tidak ramah, ini bisa menjadi tanda awal. Pujian bukan lagi tulus, melainkan alat untuk menghindari penolakan.

Baca Juga :  Polda Jabar Apresiasi Peran Insan Pers di Momentum Hari Pers Nasional 2026

2. Selalu Mengutamakan Orang Lain

Kamu cenderung mengabaikan perasaan sendiri demi membuat orang lain merasa dihargai. Bahkan dalam situasi yang tidak nyaman, kamu tetap memaksakan diri untuk bersikap positif.

3. Kehilangan Opini Pribadi

Seringkali kamu setuju dengan orang lain hanya agar suasana tetap menyenangkan. Akibatnya, pendapat asli justru terpendam dan jarang diungkapkan.

4. Merasa Bersalah Jika Tidak Memuji

Ada rasa bersalah berlebihan ketika tidak memberikan pujian, seolah-olah kamu telah melakukan kesalahan besar. Ini menunjukkan adanya ketergantungan emosional pada respons orang lain.

Baca Juga :  Cara Mudah Membuat Takoyaki Gluten Free di Rumah, Cocok untuk Intoleran Gluten

5. Harga Diri Bergantung pada Respons Orang

Perasaan bahagia atau sedih sangat dipengaruhi oleh bagaimana orang lain merespons pujianmu. Jika tidak mendapat balasan positif, kamu bisa merasa tidak berharga.

Cara Membebaskan Diri

  1. Sadari Polanya
    Langkah pertama adalah mengenali bahwa kebiasaan ini ada dan berdampak pada diri sendiri. Kesadaran adalah pintu awal perubahan.
  2. Latih Kejujuran Emosional
    Belajar mengatakan apa yang benar-benar kamu rasakan tanpa harus selalu “membungkusnya” dengan pujian.
  3. Tetapkan Batasan
    Tidak semua situasi membutuhkan pujian. Kamu berhak untuk diam atau memberikan respons yang netral.
  4. Bangun Kepercayaan Diri
    Fokus pada nilai diri tanpa bergantung pada validasi orang lain. Ingat, harga diri tidak ditentukan oleh seberapa disukai kamu oleh orang lain.
  5. Ubah Makna Pujian
    Gunakan pujian sebagai bentuk apresiasi yang tulus, bukan alat untuk mendapatkan penerimaan.
Baca Juga :  Objektifikasi Seksual Disamarkan Jadi Pujian? Simak 5 Alasan Penting di Baliknya

Pada akhirnya, memberi pujian tetaplah hal baik selama dilakukan dengan tulus dan tidak mengorbankan diri sendiri. Ketika kamu mampu berdiri dengan nilai dan perasaanmu sendiri, hubungan dengan orang lain justru akan terasa lebih sehat dan autentik.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com