NARASITODAY.COM, JAKARTA – Sejarah mencatat bahwa dominasi Timnas Futsal Indonesia di Asia Tenggara bukanlah isapan jempol belaka. Salah satu momen paling ikonik yang sulit dilupakan adalah saat Skuad Garuda menghujani gawang Brunei Darussalam dengan selisih lebih dari satu lusin gol pada ajang Piala AFF Futsal 12 tahun silam.
Dalam tujuh pertemuan kedua negara di ajang tersebut, kemenangan pada edisi 2014 menjadi yang paling mencolok. Kala itu, Indonesia yang berada di bawah asuhan pelatih Dadang Iskandar tampil begitu perkasa dengan komposisi pemain “generasi emas” yang sangat ditakuti lawan.
Dominasi Tanpa Ampun
Pertandingan melawan Brunei merupakan laga ketiga di fase grup. Sebelum “mengamuk” di depan gawang Brunei, Indonesia sebenarnya sudah menunjukkan tajinya dengan menghantam Malaysia 6-1 dan melumat Timor Leste 14-3.
Namun, nafsu mencetak gol skuad Merah Putih ternyata belum mencapai titik jenuh. Saat berhadapan dengan Brunei, papan skor berakhir dengan angka telak 15-1.
Hampir seluruh punggawa Garuda mencatatkan namanya di papan skor. Bayu Saptadji, Caesar Octavianus, Suwardy, Fandy Permana, dan Syahdiansyah Lubis masing-masing mengemas dua gol. Sementara Nur Ali, Jaelani Ladjanibi, Andriansyah Agustin, Ahmad Zulfikar, dan “The Tractor” Andri Kustiawan melengkapi pesta tersebut dengan masing-masing satu gol. Di sisi lain, Brunei hanya mampu mencuri satu gol hiburan lewat kaki M Dhiyaulhak Awang Abd Rahim.
Mesin Gol di Fase Grup
Berkat kemenangan masif atas Brunei ini, Indonesia menasbihkan diri sebagai tim paling produktif di fase grup. Total, Bambang Bayu Saptadji dan kawan-kawan menyarangkan 39 gol hanya dari empat pertandingan.
Ketajaman tersebut membawa Indonesia melaju ke semifinal dengan status juara grup, setelah pada laga pamungkas sukses membungkam tim kuat Australia dengan skor 4-1.
Akhir Perjalanan yang Dramatis
Meski tampil sangat dominan sejak menit awal turnamen, perjalanan manis tersebut harus menemui ganjalan di fase gugur. Indonesia terpaksa mengubur mimpi juara setelah kalah tipis 0-1 dari rival abadi, Thailand, di babak semifinal.
Harapan untuk membawa pulang medali perunggu pun kandas dalam drama yang menyakitkan. Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam melalui adu penalti pada laga perebutan peringkat ketiga.
Kendati gagal naik podium, skor 15-1 melawan Brunei tetap abadi sebagai salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah futsal tanah air sebuah standar tinggi yang terus berusaha dilampaui oleh generasi Timnas Futsal Indonesia saat ini.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













