Zaskia Adya Mecca Hadiri Sidang Kasus Pemukulan oleh Oknum TNI

0
Zaskia Adya Mecca
Zaskia Adya Mecca.Foto : x.com

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Ruang sidang Pengadilan Militer II Cakung, Jakarta Timur, menjadi saksi pertemuan emosional antara putri Zaskia Adya Mecca, KM, dengan terdakwa Niko, oknum TNI yang melakukan penganiayaan terhadap staf Zaskia. Dalam sidang yang digelar Rabu (15/4/2026), suasana tegang perlahan mencair saat permohonan maaf meluncur dari bibir terdakwa di hadapan bocah yang menjadi saksi kunci peristiwa tersebut.

Zaskia Adya Mecca yang mendampingi putrinya menceritakan bahwa KM sempat berdialog langsung dengan Niko. Di hadapan KM, terdakwa mengakui kekhilafannya yang dipicu oleh tekanan mental saat kejadian pada September 2025 lalu.

“Tadi sudah ngomong bahwa beliau menyesal karena, saat itu katanya situasinya lagi kalut, istrinya lagi harus operasi, ibunya lagi kritis. Tadi, langsung minta maaf sama KM, menjelaskan,” ungkap Zaskia kepada awak media.

Baca Juga :  Kapuspen TNI Tegaskan Isu Prajurit Jadi Provokator Demo Adalah Hoax

Penyesalan di Balik Jeruji

Penyesalan Niko tampak nyata lewat konsekuensi berat yang harus ia tanggung. Sejak laporan masuk, ia langsung menjalani penahanan yang membuatnya terputus dari dunia luar. Zaskia membeberkan bahwa terdakwa bahkan tidak bisa mendampingi ibunya di saat-saat terakhir yang kritis.

“Efeknya enggak bisa ke mana-mana ya karena ditahan, bahkan ibunya kritis pun beliau tidak bisa menemui ibunya, enggak ada handphone, nggak ada apa, jadi putus hubungan,” jelas istri sutradara Hanung Bramantyo tersebut.

Meski sempat mengalami guncangan psikologis selama sepuluh hari pertama pasca-kejadian, Zaskia memastikan kondisi mental KM kini telah berangsur pulih. Kehadiran KM di persidangan bukan hanya sebagai bentuk keberanian, tapi juga sebagai proses penyembuhan trauma. “Ya, biar jadi anak yang kuat,” tambah Zaskia.

Baca Juga :  Ribuan ASN Pemkab Bogor Kenakan Sarung Tenun Majalaya, Pecahkan Rekor MURI

Proses Hukum Tetap Berjalan

Walaupun pintu maaf telah terbuka lebar dari pihak korban, Zaskia menegaskan bahwa keadilan harus tetap ditegakkan melalui jalur formal. Ia menghormati proses hukum yang sedang bergulir tanpa ada niat untuk mengintervensi tuntutan.

“Hukumnya tetap berjalan walaupun sudah maaf-maafan,” tegasnya.

Senada dengan Zaskia, Juru Bicara Pengadilan Militer II, Mayor Laut Arin Fauzan, menjelaskan bahwa kehadiran KM di persidangan sangat krusial untuk memperjelas kronologi perkara. Kasus yang bermula dari insiden lawan arah di Jalan Ampera ini akan segera memasuki babak baru.

“Apabila selesai semua tidak mengajukan barang bukti tambahan ataupun saksi, maka segera dilaksanakan tuntutan,” ujar Arin Fauzan.

Baca Juga :  Momen Haru di Nanggung! Kapolsek dan Bhayangkari Datangi Markas Koramil Bawa Kue Ulang Tahun untuk TNI ke-80

Setelah tahap pembuktian dan pemeriksaan saksi termasuk pemilik rekaman CCTV selesai, sidang akan dilanjutkan dengan pembelaan dari pihak terdakwa sebelum akhirnya majelis hakim menjatuhkan putusan.

Kilas Balik Insiden Ampera

Tragedi ini bermula ketika Faisal, staf Zaskia, sedang mengantar KM ke sekolah. Di kawasan Jakarta Selatan, motor mereka berhadapan dengan terdakwa yang melawan arus. Teguran berupa klakson justru dibalas dengan tindakan brutal. Faisal mengalami luka serius setelah diinjak di bagian leher dan pinggang, serta dipukul di bagian kepala hingga helm yang dikenakannya rusak parah.

Kini, publik menanti ketegasan hukum bagi oknum yang sempat mengaku-ngaku anggota institusi tersebut, sembari berharap kejadian serupa tidak lagi terulang di jalanan ibu kota.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com