Wabah Virus Hantavirus Kembali Memicu Kekhawatiran Global di Kapal Pesiar di Samudra Atlantik

0
kapal pesiar
Ilustrasi Pemandangan udara kapal pesiar.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, PRAIASebuah pelayaran yang seharusnya menjadi perjalanan impian melintasi Samudra Atlantik berubah menjadi mimpi buruk bagi penumpang kapal pesiar MV Hondius. Wabah virus yang diduga kuat sebagai hantavirus menyerang kapal tersebut, merenggut nyawa tiga penumpang dan memicu kepanikan medis di lepas pantai Afrika.

Hingga Senin (4/5/2026), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi satu kasus positif hantavirus, sementara lima lainnya masih dalam tahap observasi ketat. Virus yang biasanya dibawa oleh hewan pengerat ini kini tengah meneror penumpang di tengah laut dengan ancaman gangguan pernapasan akut.

Tragedi di Tengah Pelayaran

Duka mendalam menyelimuti evakuasi medis ini. Sepasang suami istri asal Belanda berusia 70 dan 69 tahun menjadi korban jiwa dalam insiden ini. Sang suami dilaporkan meninggal dunia di Pulau Saint Helena tak lama setelah jatuh sakit di atas kapal, sementara sang istri mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Kempton Park, Afrika Selatan.

Baca Juga :  Bupati Bogor Gelar Shalat Idul Fitri dan Perayaan Lebaran Bersama Anak Yatim di Stadion Pakansari

Satu korban tewas lainnya hingga kini belum berhasil diidentifikasi. Sementara itu, seorang pria asal Inggris berusia 69 tahun yang terinfeksi kini tengah berjuang dalam perawatan intensif di Johannesburg setelah dinyatakan positif hantavirus.

Perjuangan Mencari Bantuan

Kapal yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions ini dilaporkan tertahan di lepas pantai Praia, ibu kota Tanjung Verde. Di atas kapal, ketegangan kian meningkat seiring dengan kondisi dua penumpang lain yang membutuhkan penanganan medis segera namun terkendala izin otoritas setempat untuk turun dari kapal.

Baca Juga :  Gampang Bikin Resep Sup Oyong dan Tahu yang Wajib Dicoba

“Prioritas kami adalah memastikan dua individu yang menunjukkan gejala mendapatkan perawatan medis yang cepat dan memadai,” ujar juru bicara Oceanwide Expeditions. Pihak perusahaan menegaskan terus berupaya melakukan koordinasi tanpa henti dengan otoritas kesehatan lokal guna proses pemeriksaan seluruh penumpang.

WHO pun turun tangan untuk menjembatani hambatan birokrasi evakuasi medis di tengah laut ini. “Kami memfasilitasi koordinasi untuk memastikan evakuasi medis dapat dilakukan,” tulis WHO dalam keterangannya yang dikutip dari Guardian.

Ancaman Virus Langka

Kejadian ini menarik perhatian serius Inggris dan dunia internasional. Kantor Luar Negeri Inggris menyatakan tengah memantau situasi dengan cermat untuk memberikan dukungan bagi warga negaranya yang berada di kapal tersebut.

Baca Juga :  5 Hal yang Membedakan HMPV dan Flu Burung, Ancaman Virus Pernapasan yang Berbeda!

Secara medis, hantavirus umumnya menyebar melalui kontak dengan kotoran atau urin hewan pengerat yang terinfeksi. Namun, apa yang membuat kasus di MV Hondius ini begitu mengkhawatirkan adalah sifat langka virus ini yang dalam beberapa kondisi bisa menular antar-manusia, memicu penyakit pernapasan berat yang mematikan.

Kini, MV Hondius berdiri diam di tengah deburan ombak Atlantik, menunggu kepastian kapan para penumpangnya bisa kembali menginjakkan kaki di daratan dan terbebas dari ancaman maut yang tak kasat mata.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com