Kue Ulang Tahun Berhias Tiang Gantungan Ben-Gvir Panen Kecaman Dunia

0
ulang tahun
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir.Foto ; aljazeera.com

NARASITODAY.COM, TEL AVIVSebuah perayaan ulang tahun ke-50 berubah menjadi badai diplomatik dan kemanusiaan. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kini berada di pusaran kritik tajam setelah merayakan hari lahirnya dengan sebuah kue yang dihiasi dekorasi miniatur tiang gantungan.

Simbolisme provokatif tersebut muncul di tengah panasnya implementasi undang-undang hukuman mati bagi warga Palestina yang didukung kuat oleh Ben-Gvir. Dalam potongan video yang viral di jagat maya, terlihat kue tersebut membawa pesan dalam bahasa Ibrani: “Selamat Menteri Ben-Gvir. Terkadang mimpi menjadi kenyataan.”

Perayaan di Tengah Kontroversi Institusi

Laporan dari The Times of Israel menambahkan lapisan ketegangan baru. Ben-Gvir diketahui mengundang anggota Staf Komando Umum kepolisian dalam pesta pribadi tersebut. Kehadiran para petinggi aparat di bawah naungan kementeriannya memicu tuduhan penyalahgunaan wewenang dan politisasi institusi keamanan.

Baca Juga :  Sungai Perak Berubah Biru Terang, Malaysia Setop Tambang Rare Earth Karena Khawatir Pencemaran

Ayala, istri sang menteri, disebut-sebut sebagai sosok di balik pemberian hadiah kontroversial itu. Namun, bagi para aktivis HAM, kue tersebut bukan sekadar kejutan keluarga, melainkan manifestasi kebijakan yang mematikan.

Bayang-bayang Hukuman Mati

Sejak disahkan pada Maret lalu, undang-undang hukuman mati menjadi senjata baru bagi partai Otzma Yehudit milik Ben-Gvir. Aturan ini mewajibkan vonis mati bagi warga Palestina di Tepi Barat yang melakukan serangan mematikan dengan klasifikasi terorisme.

Lembaga pengawas di bawah PBB memberikan peringatan keras terkait langkah hukum ini. Mereka menilai sistem yang berjalan di wilayah pendudukan tersebut sangat diskriminatif.

Baca Juga :  Mahkamah Desa Digagas di Sukabumi, Wadah Keadilan yang Membumi

“Kerangka seperti ini, yang menggabungkan hukuman mati dengan pengadilan militer dan jalur banding terbatas, merupakan penyimpangan serius dari norma internasional,” tegas lembaga tersebut pada Selasa (5/5/2026).

Reaksi Publik dan Sorotan Media

Di media sosial, kemarahan publik tak terbendung. Seorang pengguna platform X (dahulu Twitter) menuliskan kegelisahannya: “Ketika hasutan untuk membunuh menjadi ‘kue ulang tahun’, ini menunjukkan mentalitas sebenarnya dari kebijakan pendudukan.” Sementara netizen lain menggambarkan perayaan tersebut sebagai bentuk “glorifikasi kekerasan” yang sangat mengganggu nurani.

Di sisi lain, harian Haaretz mencoba melihat lebih dalam di balik riuh rendah simbolisme kue tersebut. Media tersebut memperingatkan bahwa polemik ini bisa jadi merupakan taktik pengalihan isu. Menurut Haaretz, Ben-Gvir berupaya “mengalihkan narasi ke arah kemenangan ideologinya” agar publik terpaku pada simbol, sementara substansi undang-undang yang lebih berat terus berjalan.

Baca Juga :  Bupati Bogor Lantik 25 Pejabat Struktural, Langkah Penyegaran Menjelang Tahun Anggaran 2026

Melawan Arus Sejarah

Langkah hukum ini menjadi anomali besar dalam sejarah hukum Israel. Sejak berdirinya negara tersebut, eksekusi mati adalah kejadian yang sangat langka. Terakhir kali Israel menerapkan hukuman gantung adalah pada tahun 1962 terhadap Adolf Eichmann, arsitek Holocaust dari rezim Nazi.

Kini, dengan tiang gantungan yang terpampang di atas kue ulang tahun seorang menteri, arah hukum dan kemanusiaan di wilayah tersebut berada di titik nadir yang belum pernah terjadi sebelumnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com