
NARASITODAY.COM, BOGOR – Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026 akan dipusatkan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Berbagai persiapan pun mulai dimatangkan oleh pemerintah setempat.
Camat Nanggung, Ae Saepuloh, memimpin langsung rapat koordinasi bersama para kepala desa se-Kecamatan Nanggung di Aula Kecamatan, Sabtu (9/5/2026).
Rapat tersebut membahas kesiapan teknis menjelang pelaksanaan rangkaian kegiatan HJB.
Dalam pembahasannya, Ae menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh, mulai dari personel, keterlibatan peserta dari tiap desa, pengaturan perjalanan, hingga fasilitas penginapan bagi tamu dan perangkat daerah.
“Persiapan pelaksanaan hari HJB mulai dari personel, peserta dari masing-masing desa, perjalanan termasuk penginapan yang harus disiapkan,” ujarnya.
Ia menyebut, kebutuhan penginapan nantinya akan dikoordinasikan oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setelah berkomunikasi dengan pihak kecamatan.
Lebih lanjut, Ae mengungkapkan bahwa penunjukan Kecamatan Nanggung sebagai pusat peringatan HJB ke-544 menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.
Menurutnya, wilayah tersebut memiliki nilai historis kuat sebagai salah satu cikal bakal Kabupaten Bogor.
“Kami merasa bangga dan bahagia karena Nanggung mendapatkan pengakuan sebagai wilayah yang memiliki sejarah penting bagi Bogor,” katanya.
Rangkaian kegiatan HJB ke-544 direncanakan berlangsung di Lapangan Kampung Citalahab, Desa Malasari.
Acara akan diawali dengan pagelaran wayang golek tingkat desa, kemudian dilanjutkan dengan upacara paripurna sebagai puncak kegiatan di lokasi tersebut.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menjadwalkan ziarah ke makam pahlawan di kawasan Pondok Rajeg pada 1 Juni 2026.
Adapun puncak peringatan Hari Jadi Bogor akan berlangsung pada 3 Juni 2026.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bogor, Zaenal Ashari, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam menyukseskan peringatan ini.
“Seluruh elemen harus terlibat dan saling mendukung agar perayaan HJB ke-544 ini sukses dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Malasari, Rabu (6/5).
Zaenal menjelaskan, pemilihan Desa Malasari sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan.
Kawasan tersebut dinilai memiliki nilai sejarah tinggi sebagai titik awal pemerintahan Kabupaten Bogor, ditandai dengan keberadaan jejak pendopo bupati pertama, Raden Ipik Gandah Manah.
“Malasari merupakan cikal bakal Kabupaten Bogor. Melalui perayaan ini, kita ingin mengingat dan menghargai jasa para pendahulu,” tuturnya.
Sebagai informasi, Hari Jadi Bogor diperingati setiap 3 Juni, merujuk pada penobatan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi sebagai Raja Sunda di Pakuan Pajajaran pada tahun 1482. Penetapan tanggal tersebut disahkan oleh DPRD Kabupaten Bogor pada 26 Mei 1972.
Wartawan : Andreas













