LKS SMK 2026 Jadi Ajang Pembuktian Skill Siswa Kabupaten Bogor

0
Sejumlah siswa SMK mengikuti penjelasan dari panitia dan juri saat pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang otomotif di Kabupaten Bogor, 2026. Kegiatan ini menguji keterampilan teknis peserta dalam perawatan dan perbaikan kendaraan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi tingkat provinsi. Foto : Ist

NARASITODAY.COM, BOGOR- Gelaran Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Kabupaten Bogor tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas kemampuan yang ditampilkan.

Ajang yang berlangsung pada 11-13 Mei 2026 ini menjadi panggung unjuk keterampilan bagi siswa-siswi SMK dari berbagai sekolah negeri dan swasta di wilayah tersebut.

Ketua MKKS SMK KCD Wilayah 1 Kabupaten Bogor, Budy Antoro, menilai pelaksanaan tahun ini jauh lebih progresif dibandingkan sebelumnya.

Ia mengaku terkesan dengan tingginya partisipasi sekolah, meskipun waktu persiapan yang tersedia relatif singkat.

“Dalam waktu sosialisasi sekitar tiga minggu, antusiasme sekolah luar biasa. Ini menunjukkan komitmen kuat dari para kepala sekolah dalam mendorong siswa untuk berprestasi,” ujar Budy.

Untuk memastikan kompetisi berjalan optimal, panitia membagi lokasi lomba ke sejumlah titik sesuai bidang keahlian.

Baca Juga :  Kolaborasi LKS dan KND Hadirkan Pemutakhiran Biodata Bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Bogor

Menariknya, pelibatan siswa juga tampak dominan dalam penyelenggaraan, di mana aspek teknis seperti pemilihan lokasi hingga penunjukan dewan juri dipercayakan kepada perwakilan Musyawarah Perwakilan Pelajar (MPP) di masing-masing bidang.

Menurut Budy, para juara di tingkat kabupaten nantinya akan menjadi wakil Kabupaten Bogor dalam LKS tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ia berharap para peserta mampu mempertahankan performa terbaiknya hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami ingin mereka tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tapi juga mampu bersaing hingga tingkat nasional,” katanya.
Lebih dari sekadar kompetisi, LKS juga membawa dampak strategis bagi masa depan siswa.

Sertifikat yang diperoleh dapat menjadi jalur alternatif masuk perguruan tinggi tanpa tes, sekaligus menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Salurkan Ratusan Kursi Roda dan Gerobak Usaha untuk Penyandang Disabilitas dan Keluarga Kurang Mampu

Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini, lanjut Budy, tak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, MGMP, pengawas, hingga jajaran KCD dan MKKS yang terlibat aktif sebagai panitia maupun juri.

“Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan di Kabupaten Bogor,” tambahnya.
Sementara itu, di bidang otomotif, kompetisi berlangsung tak kalah sengit.

Ketua MGMP Teknik Otomotif Kabupaten Bogor, Kusma Gumarang, menjelaskan bahwa lomba otomotif tahun ini mencakup tiga kategori utama, yakni Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, dan Perbaikan Bodi Kendaraan.

Sebanyak 52 siswa dari 18 SMK turut ambil bagian. Rinciannya, 16 peserta di bidang perbaikan bodi, 21 peserta teknik sepeda motor, serta perwakilan dari dua sekolah untuk teknik kendaraan ringan.

Baca Juga :  Penampakan Rumah Mewah di Pamijahan, Saksi Bisu Perampokan Sadis

Penilaian dilakukan secara langsung dengan fokus pada kecepatan kerja, ketepatan dalam proses bongkar pasang, hingga hasil akhir. Khusus untuk kategori kendaraan, indikator utama adalah kemampuan mesin untuk kembali menyala dan berfungsi normal sesuai standar.

“Tantangan terbesar biasanya pada faktor mental peserta yang belum terbiasa dengan suasana lomba, serta gangguan teknis yang memang disiapkan sebagai bahan uji,” ungkap Kusma.

Ia menyebutkan, masalah yang sering muncul antara lain kendaraan tidak dapat dinyalakan atau tidak bekerja secara optimal akibat gangguan pada sistem mekanik maupun kelistrikan.

Dari seluruh rangkaian penilaian, akan ditetapkan juara 1, 2, dan 3 yang selanjutnya mewakili Kabupaten Bogor ke tingkat provinsi.

Wartawan : Andreas