Ariana Grande Kecam Gedung Putih karena Gunakan Lagunya dalam Video Penangkapan Imigran

0
Ariana Grande
Bintang pop sekaligus aktris, Ariana Grande. Foto : gmx.net

NARASITODAY.COM,WASHINGTONPanggung musik pop dunia mendadak bergesekan keras dengan dinamika politik Washington. Diva pop internasional, Ariana Grande, melayangkan kecaman keras secara terbuka kepada pihak Gedung Putih.

Ketegangan ini dipicu oleh penggunaan lagunya yang bertajuk “bye” (2024) sebagai musik latar belakang dalam sebuah video promosi penangkapan imigran oleh badan imigrasi Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Video yang diunggah dan disebarkan oleh akun resmi Gedung Putih di platform digital TikTok tersebut langsung memancing murka sang penyanyi. Tanpa basa-basi, Ariana kedapatan langsung “menggerebek” unggahan tersebut dan meninggalkan kalimat menohok di kolom komentar.

“Tolong jangan pernah menggunakan musik saya terkait dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini. F*** ICE,” tulis Ariana dalam kolom komentar video tersebut di awal pekan ini.

Baca Juga :  Dibikin Ketawa Saat Umrah, Bahlil Cari Pencipta Lagu Viral 'MGB Mas Bahlil Ganteng'

Perang Dingin di Kolom Komentar dan Penghapusan Audio

Langkah berani Ariana Grande ini segera memicu perhatian global. Mengutip laporan media hiburan Variety, pihak perwakilan resmi sang artis membenarkan bahwa respons emosional di video tersebut memang diketik langsung oleh sang diva dari akun pribadinya. Namun, ada kejanggalan teknis yang terjadi tak lama setelah komentar itu mendarat.

“Namun untuk beberapa alasan komentar itu tidak terlihat secara publik,” ujar juru bicara Ariana Grande, sebagaimana dimuat Variety.

Meskipun komentarnya sempat “tersembunyi” dari publik, protes keras pelantun lagu Positions itu tampaknya langsung membuat kuping pihak pengelola media sosial Gedung Putih panas.

Pihak Ariana menyebutkan bahwa tim mereka telah berupaya mendesak penghapusan hak cipta audio tersebut, hingga akhirnya suara dari musik lagu “bye” resmi dihilangkan secara total dari klip penangkapan imigran itu.

Baca Juga :  Kelompok Industri Perjalanan AS Warning Dampak Penghapusan Petugas Imigrasi di Newark

Saling Balas Retorika: Gedung Putih Tuding Balik “Imigran Kriminal”

Perseteruan ini tidak berhenti di urusan estetika video. Ruang komunikasi Gedung Putih segera merespons balik serangan kata-kata dari sang musisi dengan nada yang tidak kalah tajam. Juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, pasang badan dan justru membalikkan istilah “biadab” yang dilontarkan Ariana untuk menyerang balik para imigran.

“Kami akan mengatakan ini untuk terakhir kalinya: yang sebenarnya biadab, tidak manusiawi, dan keji adalah para imigran ilegal kriminal yang telah melukai dan membunuh warga negara Amerika yang tidak bersalah,” tegas Jackson dalam pernyataan resminya.

Gesekan ini kian mempertegas posisi politik Ariana Grande yang selama ini dikenal vokal berdiri di seberang pemerintahan Donald Trump. Ini bukan kali pertama sang diva menunjukkan taringnya.

Baca Juga :  Senyum Bahagia Fiki Naki Usai Resmi Nikahi Tinandrose

Sepanjang tahun 2025 lalu, ia tercatat berulang kali membagikan ulang narasi kritik terkait penggerebekan agresif yang dilakukan ICE, retorika transfobik yang berkembang di pemerintahan, hingga berbagai isu yang dinilai mengancam demokrasi AS yang awalnya digaungkan oleh aktivis Matt Bernstein.

Sikap politik Ariana memang telah mengakar kuat. Pada kontestasi Pilpres 2024 lalu, ia secara terbuka memberikan dukungan penuh bagi kandidat Partai Demokrat, Kamala Harris.

Jauh sebelum itu, kedekatannya dengan kubu Demokrat juga terekam manis saat dirinya tampil bernyanyi di hadapan Presiden Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama dalam perhelatan “In Performance at the White House: Women of Soul” pada tahun 2014 silam.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com