Bogor Dorong Ketahanan Pangan Keluarga melalui Gerakan Konsumsi B2SA

0
ketahanan pangan
Kader PKK Kabupaten Bogor didorong menjadi penggerak edukasi konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).Foto : dok.Diskominfo Kabupaten Bogor

NARASITODAY.COM, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat upaya membangun ketahanan pangan berbasis keluarga melalui gerakan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Program ini dilakukan untuk mendorong masyarakat menerapkan pola konsumsi pangan sehat sekaligus meningkatkan pemanfaatan bahan pangan lokal.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor dengan melibatkan kader Pokja III PKK dari 40 kecamatan.

Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, mengatakan ketahanan pangan keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi berkualitas. Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam mengenalkan kebiasaan konsumsi pangan sehat sejak dini.

Baca Juga :  Silaturahmi Antar Lembaga Desa Cinangka, Wujud Sinergi untuk Pembangunan Desa

“Ketahanan pangan dimulai dari keluarga. Ibu memiliki peran strategis dalam membiasakan anak mengonsumsi pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Dari keluarga yang kuat, kita dapat melahirkan generasi Indonesia Emas,” ujar Eva.

Eva mengatakan kader PKK memiliki peran untuk memperluas edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan sumber pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Salah satunya melalui pemanfaatan pekarangan rumah dengan konsep urban farming serta Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber).

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk kembali memanfaatkan pangan lokal seperti ubi, singkong, dan jagung sebagai alternatif sumber makanan bergizi yang dapat mendukung keberagaman konsumsi pangan keluarga.

Baca Juga :  Pemerintah Bentuk Satgas Tanggapi Kontaminasi Radioaktif pada Udang Ekspor

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Andri Hadian, menjelaskan gerakan B2SA tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga bertujuan membangun pola konsumsi masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.

“Dengan memanfaatkan potensi pangan lokal dan pekarangan rumah, keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi yang lebih beragam, aman, terjangkau, bahkan bernilai ekonomi,” jelas Andri.

Menurut Andri, penerapan pola konsumsi pangan yang beragam juga menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan stunting. Masyarakat diharapkan tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan, melainkan mampu mengolah berbagai sumber pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Baca Juga :  Tips Menghilangkan Cat Rambut di Tangan dengan Mudah

Ia menambahkan, keberadaan kader PKK menjadi salah satu kunci dalam memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat desa dan rumah tangga.

“Kami berharap kader PKK yang hadir dari 40 kecamatan menjadi agen perubahan yang mampu menyosialisasikan pola konsumsi B2SA, mengembangkan menu pangan lokal yang menarik, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga menuju Kabupaten Bogor Istimewa dan Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap ketahanan pangan keluarga dapat semakin kuat dengan mengandalkan potensi pangan lokal. Program ini diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan mampu memenuhi kebutuhan gizi secara berkelanjutan.***

Editor : Alysa

Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor