PENSIUNAN YANG PRODUKTIF DAN BERKUALITAS

0
Heru B Setyawan
Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

SEBELUM pensiun kita bekerja mati-matian dan mengabdi untuk bos kita, maka saat kita pensiun kita juga harus bekerja mati-matian dan mengabdi untuk bosnya bos kita, yaitu Allah Yang Maha Kuasa.

Malah harusnya kita lebih gas ken lagi. Karena sekarang bos kita adalah Allah yang menciptakan kita, yang menguasai hidup kita, yang menciptakan bumi, langit, alam semesta dan semua isinya. 

Dulu saat sebelum pensiun, kita lebih takut sama bos kita dari pada sama Allah, hal ini terbukti rapat jalan terus, meski sudah ada panggilan untuk datang shalat berjamaah dari Allah lewat suara adzan dari muadzin. Kita juga takut datang terlambat di kantor, tapi juga kita  tidak takut saat terlambat shalat berjamaah. 

Baca Juga :  Siswa SMK YKTB Apresiasi Polsek Ciomas atas Penangkapan Pelaku Pembunuhan

Kita juga lebih takut dapat teguran lisan maupun Surat Peringatan (SP) dari bos kita, dari pada  kita takut melanggar aturan syariat Islam yang ada di Kitab Suci Al Qur’an, Hadist dan musyawarah Ulama.

Hal ini semua artinya dulu saat sebelum kita pensiun, Allah selalu dinomor duakan atau kita selalu menomor satukan bos kita. Maka saatnya sekarang, kita sudah tidak punya bos manusia, bos kita sekarang adalah Allah. Maka saat pensiun ini kita bisa lebih fokus, karena bos kita hanya satu yaitu Allah. 

Jadi kita lebih fokus untuk beribadah sebagai bekal kita pulang ke kampung akhirat untuk menghadap Allah. Jika kita mau pulang ke kampung di dunia, yaitu  saat mudik yang hanya beberapa hari saja, kita  mati-matian untuk mempersiapkan bekal. Apalagi untuk pulang ke kampung akhirat yang waktunya untuk selamanya, maka bekalnya harus lebih mati-matian lagi.

Baca Juga :  Smoothies Mangga Minuman Segar yang Cocok untuk Musim Panas

Jika sebelum pensiun kita jarang shalat berjamaah di masjid atau jarang hadir di pengajian di majelis taklim, saatnya kita sekarang harus rajin datang ke masjid untuk shalat berjamaah dan hadir pengajian di majelis taklim. Sekarang sudah tidak ada seribu macam alasan lagi untuk tidak ke masjid atau tidak ke majelis taklim, atau alasan sibuk seperti dulu. 

Baca Juga :  Pasar Petani Garuda Mulai Dioperasionalkan, Bupati Bogor Dorong Penguatan Petani dan Ketahanan Pangan Daerah

Pensiun yang produktif, bisa kita jadi pengurus Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau jika tidak jadi pengurus, kita bisa membantu pengurus tersebut sesuai kemampuan kita masing-masing. 

Nah ini yang perlu diwaspadai tentang hobi kita, saatnya pensiun hobi kita menjadi nomor dua, yang nomor satu adalah Allah atau ibadah. Silahkan hobi anda memelihara burung, kucing, gowes, catur, traveling, joging, batu akih, wayang, musik dan lain-lain. Tapi hobi ini jangan sampai melalaikan ibadah dan melupakan Allah. 

Ingat tadi saat kita sebelum pensiun Allah dinomorkan dua, saatnya sekarang masa pensiun, Allah dan ibadah kita jadikan nomor satu. Jayalah Indonesiaku.***

Editor : Alysa