Dingin Ekstrem, 5 Tempat Paling Bebas Es yang Masih Jadi Rumah Manusia

0
Dingin
Ilustrasi Utqiagvik, Alaska, Amerika Serikat.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Saat membayangkan daerah dingin di dunia, banyak orang langsung teringat hamparan salju dan suhu yang jauh di bawah titik beku. Meski kondisi tersebut terdengar mustahil untuk dihuni, ternyata ada sejumlah wilayah di dunia yang tetap menjadi tempat tinggal bagi ribuan orang. Dengan adaptasi, teknologi, dan gaya hidup yang disesuaikan, masyarakat di daerah ini mampu bertahan menghadapi musim dingin yang sangat ekstrem.

Berikut lima tempat paling dingin di dunia yang masih dihuni manusia.

1. Oymyakon, Rusia

Ilustrasi Oymyakon, Rusia
Ilustrasi Oymyakon, Rusia.Foto : Istock

Desa Oymyakon di wilayah Siberia dikenal sebagai permukiman berpenghuni terdingin di dunia. Suhu musim dingin di kawasan ini secara rutin turun hingga di bawah -50 derajat Celsius, bahkan pernah mencatat rekor sekitar -67,7 derajat Celsius.

Meski cuacanya sangat ekstrem, sekitar 500 orang tetap tinggal di desa ini. Aktivitas sehari-hari seperti sekolah, bekerja, hingga beternak tetap berjalan. Kendaraan bahkan sering dibiarkan menyala agar mesin tidak membeku.

Baca Juga :  Berpuasa Saat Liburan ke Luar Negeri? Perhatikan 5 Hal Ini

2. Verkhoyansk, Rusia

Verkhoyansk, Rusia
Ilustrasi Verkhoyansk, Rusia.Foto : Istock

Masih berada di Siberia, Verkhoyansk menjadi salah satu kota dengan perbedaan suhu paling ekstrem di dunia. Saat musim dingin, suhu dapat mencapai sekitar -60 derajat Celsius, sedangkan pada musim panas bisa melonjak hingga lebih dari 30 derajat Celsius.

Penduduk setempat mengandalkan peternakan, berburu, dan berbagai aktivitas tradisional untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah iklim yang keras.

3. Utqiagvik, Alaska, Amerika Serikat

Utqiagvik, Alaska, Amerika Serikat
Ilustrasi Utqiagvik, Alaska, Amerika Serikat.Foto : Istock

Utqiagvik, yang sebelumnya dikenal sebagai Barrow, merupakan kota paling utara di Amerika Serikat. Wilayah ini mengalami fenomena malam kutub selama berminggu-minggu pada musim dingin, ketika matahari tidak terbit sama sekali.

Suhu rata-rata musim dingin berkisar antara -20 hingga -30 derajat Celsius, dengan angin kencang yang membuat udara terasa jauh lebih dingin. Meski demikian, masyarakat setempat tetap menjalankan aktivitas ekonomi, termasuk perikanan dan penelitian ilmiah.

Baca Juga :  Menyelami Cita Rasa Autentik, Tahu Teri Cili Padi

4. Yakutsk, Rusia

Yakutsk, Rusia
Ilustrasi Yakutsk, Rusia.Foto : Istock

Yakutsk merupakan ibu kota Republik Sakha dan menjadi kota besar terdingin di dunia. Kota ini dihuni lebih dari 300 ribu penduduk, meskipun suhu musim dingin sering berada di bawah -40 derajat Celsius.

Bangunan di Yakutsk dirancang menggunakan fondasi khusus agar tetap stabil di atas lapisan tanah beku permanen atau permafrost. Kehidupan masyarakat tetap berlangsung normal dengan dukungan infrastruktur yang telah disesuaikan dengan kondisi iklim ekstrem.

5. Norilsk, Rusia

Norilsk, Rusia
ILustrasi Norilsk, Rusia.Foto : Istock

Norilsk adalah salah satu kota industri paling utara di dunia. Kota ini memiliki musim dingin yang panjang, dengan suhu yang dapat mencapai sekitar -50 derajat Celsius.

Baca Juga :  5 Kuil Ikonik di Nepal dengan Arsitektur Unik yang Memukau

Meski menghadapi cuaca yang sangat dingin dan minim sinar matahari selama musim dingin, lebih dari 170 ribu orang masih tinggal di kota ini. Industri pertambangan menjadi tulang punggung perekonomian daerah tersebut.

Adaptasi Menjadi Kunci Bertahan

Masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah ekstrem tersebut mengembangkan berbagai cara untuk bertahan hidup, mulai dari membangun rumah dengan insulasi tebal, mengenakan pakaian berlapis, hingga memanfaatkan sistem pemanas yang andal. Infrastruktur, transportasi, dan pola konsumsi juga dirancang khusus agar mampu menghadapi suhu yang jauh di bawah nol derajat Celsius.

Meski dikenal sebagai tempat paling dingin di Bumi, kelima wilayah tersebut membuktikan bahwa manusia mampu beradaptasi dengan lingkungan yang sangat keras. Kehidupan tetap berjalan di tengah suhu ekstrem, menjadikan kawasan-kawasan ini sebagai contoh nyata ketahanan manusia menghadapi tantangan alam.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com