Kepulauan Mariana Dihantam Super Topan Bavi Kategori 5, Angin Tembus 290 Km/Jam

0
Kepulauan Mariana
Ilustrasi awan gelap dari pusaran badai. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, SAIPAN – Langit di atas Samudra Pasifik barat mendadak gelap pekat pada Senin (6/7/2026) fajar. Deru angin kencang yang memekakkan telinga disusul hujan deras yang menghantam atap-atap rumah menjadi pertanda mencekam bagi warga di Kepulauan Mariana.

Hari itu, wilayah teritorial Amerika Serikat tersebut resmi diterjang oleh keganasan Super Topan Bavi, sebuah monster alam Kategori 5 yang membawa potensi kehancuran massal.

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Reuters, badai raksasa ini bergerak menyapu gugusan pulau strategis mulai dari Guam, Tinian, Saipan, hingga Pulau Rota.

Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) langsung mengeluarkan peringatan darurat tingkat tinggi, mendesak seluruh warga di kawasan terdampak untuk mengunci diri dan tetap berlindung di dalam rumah seiring badai melintasi gugusan pulau tersebut.

Baca Juga :  Antisipasi Topan Fung-wong, Taiwan Evakuasi Lebih dari 3.000 Warga

Titik Terparah di Pulau Rota

Laporan meteorologi menunjukkan bahwa dinding mata badai (eyewall) diperkirakan mencapai daratan (landfall) di Pulau Rota sesaat setelah fajar waktu setempat. Kecepatan angin maksimum di area ini tercatat mencapai 180 mil per jam atau sekitar 290 kilometer per jam. Tidak hanya itu, embusan angin sesaat bahkan berpotensi melonjak hingga kecepatan ekstrem 215 mil per jam atau sekitar 346 kilometer per jam.

Pulau Rota, yang merupakan pulau paling selatan di Kepulauan Mariana Utara dengan populasi sekitar 2.000 penduduk, diprediksi akan menerima hantaman dan dampak kerusakan paling parah dari badai tersebut.

Sementara itu, wilayah tetangganya seperti Guam, Tinian, dan Saipan diperkirakan mengalami kondisi cuaca ekstrem mulai dari badai tropis kuat hingga topan hebat, sebelum intensitas angin berangsur-angsur melemah pada Senin malam.

Baca Juga :  Topan Super Ragasa Dekati Filipina, Aktivitas di Metro Manila Dihentikan

Selain ancaman angin yang merobohkan bangunan, Topan Bavi juga membawa awan konvektif yang memicu curah hujan sangat tinggi. NWS memperkirakan akumulasi curah hujan dapat mencapai 12 hingga 20 inci atau sekitar 30–51 sentimeter di sekitar pusat badai. Angka ini secara otomatis meningkatkan risiko banjir bandang yang mengancam keselamatan warga hingga Selasa malam waktu setempat.

Mengancam Pangkalan Militer Strategis AS

Dampak destruktif dari Topan Bavi ini memicu kekhawatiran besar di Washington. Pasalnya, Guam dan Kepulauan Mariana merupakan wilayah teritorial yang sangat strategis bagi pertahanan Amerika Serikat di kawasan Pasifik barat. Kawasan kepulauan ini menjadi rumah bagi sejumlah fasilitas keamanan dan pangkalan militer penting AS, termasuk Andersen Air Force Base, Naval Base Guam, serta Marine Corps Base Camp Blaz.

Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Guam bergerak cepat dengan membuka sejumlah pusat evakuasi darurat di berbagai titik wilayah.

Baca Juga :  Bupati Bogor Akan Integrasi Setu Kabantenan Dan Setu Cikaret, Siapkan Destinasi Wisata Air Baru Untuk Masyarakat

Gubernur Guam, Lou Leon Guerrero, secara intensif mengimbau masyarakat luas untuk membatalkan seluruh agenda bepergian dan tetap berada di dalam rumah hingga otoritas berwenang menyatakan kondisi telah benar-benar aman.

“Kami siap dan telah melakukan seluruh perencanaan serta langkah perlindungan bagi masyarakat,” ujar Guerrero dalam video resmi yang diunggah melalui akun Facebook miliknya pada Minggu (5/7/2026), seperti dikutip dari Reuters.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id