NARASITODAY.COM,KOLAKA UTARA – Taruhan nyawa harus dihadapi oleh aparat kepolisian demi menegakkan hukum. Bripda Rahman, seorang anggota Polres Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah digigit ular berbisa saat melakukan pemburuan terhadap tahanan yang melarikan diri ke dalam lebatnya hutan pegunungan.
Insiden menegangkan tersebut terjadi pada Minggu (5/7/2026) saat Bripda Rahman menyisir kawasan Pegunungan Simbula. Medan yang berat ditambah vegetasi hutan yang rapat menjadi tempat persembunyian sisa tahanan yang kabur dari sel Polres Konawe Utara beberapa waktu lalu. Di tengah keremangan hutan itulah, seekor ular mendadak menyerang sang bintara.
“Iya benar, korban sempat dirawat inap satu hari. Tapi, Alhamdulillah sudah keluar dari rumah sakit,” kata Kasi Humas Polres Kolaka Utara, Aipda Ahmad Saiful, Jumat (10/7/2026).
Ahmad menceritakan bahwa sesaat setelah gigitan reptil tersebut, rekan-rekan korban langsung bergerak cepat mengevakuasi Bripda Rahman keluar dari area hutan menuju fasilitas kesehatan terdekat sebelum racun menjalar lebih jauh.
“Kejadiannya saat korban masuk ke kawasan pengunungan Simbula. Kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.
Empat Tahanan Masih Diburu di Belantara
Meski diwarnai insiden berdarah, operasi pengejaran lintas wilayah ini tidak kendur. Pihak kepolisian terus memperketat pengepungan di sekitar area hilangnya para pelarian tersebut.
Hingga saat ini, tim gabungan telah memetik hasil dengan menyeret kembali mayoritas tahanan ke balik jeruji besi. Pihak humas merinci bahwa dari total 11 tahanan yang sempat menghirup udara bebas secara ilegal, sebagian besar sudah berhasil diringkus.
“Yang berhasil diamankan hingga saat ini sudah ada 7 orang. Sementara masih dilakukan pengejaran terhadap 4 tahanan lainnya,” pungkas Ahmad.
Pengejaran di belantara pegunungan pun masih terus digulirkan. Polisi mengimbau masyarakat sekitar lereng Simbula untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan dari para buronan yang tersisa.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














