Pendaki Asal Bogor Meninggal di Merbabu, Sempat Keluhkan Kondisi Tubuh

0
pendaki
Ilustrasi gunung Merbabu.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BOGOR – Seorang pendaki asal Bogor, Jawa Barat, Adityo Rahmat Eko Prayudi (38), meninggal dunia setelah jatuh pingsan di basecamp pendakian Gunung Merbabu, Boyolali, Jawa Tengah. Korban diduga mengalami serangan jantung setelah sempat mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak fit saat melakukan pendakian.

Kapolsek Selo AKP Kiryanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Cilengsi Kidul, Kecamatan Cilengsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Iya betul (ada pendaki Merbabu yang meninggal dunia). Korban bernama Adityo Rahmat Eko Prayudi (38), alamatnya Kelurahan Cilengsi Kidul, Kecamatan Cilengsi, Kabupaten Bogor, Jabar,” kata Kapolsek Selo AKP Kiryanto saat dikonfirmasi detikJateng, Sabtu (18/7/2026), dilansir dari detikJateng.

Baca Juga :  5 Gejala Tubuh Kekurangan Gizi: Jangan Anggap Remeh Meski Sudah Mengonsumsi Makanan Sehat!

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal kepolisian, Adityo mendaki Gunung Merbabu melalui jalur Selo, Boyolali, bersama tiga orang temannya. Rombongan tersebut mulai melakukan perjalanan sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat tiba di Pos Bayangan 1 jalur pendakian Gunung Merbabu, korban tiba-tiba merasa tidak enak badan. Kondisi tersebut membuat Adityo memutuskan untuk menghentikan pendakian dan memilih turun kembali menuju basecamp.

“Sesampai di Pos Bayangan 1 Pendakian Gunung Merbabu, korban merasa tidak enak badan, kemudian tidak jadi melanjutkan pendakian dan turun kembali ke basecamp milik Bapak Parman Purwanto, di Dukuh Genting, Desa Tarubatang,” kata Kiryanto.

Korban kemudian tiba di basecamp milik Parman Purwanto sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, tidak lama setelah sampai, Adityo tiba-tiba terjatuh ke arah depan di teras basecamp dan langsung tidak sadarkan diri.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Tradisi, Daging Sapi Ternyata Kaya Gizi dan Baik untuk Imun Tubuh

Saksi Muhammad Fazlur (43), warga Jakarta yang berada di lokasi, melihat kejadian tersebut dan segera meminta bantuan kepada Dimas Edi Sugito (39), warga setempat. Keduanya kemudian memberikan pertolongan dengan membalikkan posisi tubuh korban serta memberikan bantal.

Melihat kondisi korban yang tidak kunjung sadar, Dimas kemudian menghubungi Puskesmas Selo untuk meminta bantuan medis.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Selo langsung menuju lokasi kejadian. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Jenazah Adityo kemudian dibawa ke Puskesmas Selo sambil menunggu pihak keluarga datang.

Baca Juga :  5 Hewan Pintar Berduka dengan Ritual Pemakaman, Ini Cara Mereka Menghormati yang Telah Pergi

Kiryanto mengatakan hasil pemeriksaan medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dokter jaga Puskesmas Selo menduga korban meninggal akibat serangan jantung, dengan riwayat penyakit hipertensi kronis.

“Hasil pemeriksaan dari Puskesmas Selo bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Menurut keterangan dokter jaga Puskesmas Selo, korban mengalami serangan jantung. Korban menderita penyakit hipertensi kronis,” kata Kiryanto.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah Adityo diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.

Kejadian ini kembali mengingatkan para pendaki agar mempersiapkan kondisi fisik dan kesehatan sebelum melakukan aktivitas di jalur pegunungan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com