Perayaan Milad ke-2 Perguruan Bela Diri Ilmu Laduni Sekar Jati Nur Auliya, Momen Peneguhan Iman dan Taqwa

0

NARASITODAY.COMPerguruan Bela Diri Ilmu Laduni Sekar Jati Nur Auliya merayakan milad ke-2 pada sebuah acara khidmat di padepokan yang terletak di Kampung Lukut, Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi para jamaah, tetapi juga meneguhkan komitmen dalam memperkuat iman dan taqwa.

Dalam sambutannya, Maha Guru H. Suripan mengungkapkan bahwa perguruan Sekar Jati Nur Auliya tidak sekadar mengajarkan ilmu bela diri, tetapi juga menjadi sarana dakwah dan pembentukan karakter mulia.

Ilmu laduni, yang dipercaya sebagai karomah dari Sunan Kalijaga, diharapkan dapat memperkokoh keyakinan para pengikut kepada Allah SWT.

“Ilmu ini bertujuan untuk membentuk karakter yang mulia, menjauhi perbuatan buruk, dan memberikan perlindungan dari segala macam bahaya,” ujarnya.

Baca Juga :  Ruas Jalan Cibeber-Kalongliud Banyak Dihindari Pengguna Jalan, Lubang di Jalan Biang Keroknya!!

Acara perayaan ini juga diisi dengan kegiatan spiritual, seperti pembacaan ayat suci Al-Quran.

Selain sebagai sarana mempertebal keimanan, ilmu laduni yang diajarkan di perguruan ini memiliki tujuan khusus untuk melindungi diri dari kejahatan fisik maupun gaib, tanpa dimaksudkan untuk diterapkan dalam olahraga kompetitif.

Ilmu laduni ini tidak cocok untuk kompetisi, karena tujuan utamanya adalah dakwah. Ilmu ini adalah ajakan untuk memperbaiki diri, bertaubat, dan menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Selain itu, ilmu ini dapat menjadi pelindung yang diberikan Allah SWT bagi mereka yang menghadapi ancaman,” paparnya.

Menurut H. Suripan, ilmu laduni juga dapat digunakan untuk menolong orang lain yang membutuhkan bantuan.

Salah satu bentuk aplikasinya adalah menangkal kejahatan fisik maupun mistik, seperti guna-guna, santet, dan teluh.

Baca Juga :  Desa Parakanmuncang Optimalkan Dana Samisade 2025 untuk Infrastruktur dan Pusat Kegiatan Warga

Dalam pesannya kepada para murid, H. Suripan menekankan tanggung jawab besar yang diembannya sebagai seorang guru.

Ia menyatakan, tanggung jawab atas ilmu yang diberikan akan tetap dipegangnya, baik di dunia maupun akhirat, selama muridnya mematuhi petunjuk agama. Namun, jika ada yang melanggar ajaran agama, maka tanggung jawab itu tidak berlaku lagi.

“Petunjuk tersebut mencakup ketaatan kepada Allah SWT, bertaubat dengan sungguh-sungguh, serta menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Jika ada murid yang melanggar ajaran, maka taubatnya dianggap batal, dan saya tidak lagi bertanggung jawab atas ilmu yang diberikan,” tegasnya.

Di akhir acara, H. Suripan mengajak seluruh jamaah untuk saling menjaga, mengingatkan, dan mengasah keimanan serta solidaritas di antara mereka.

Baca Juga :  Bebek Peking Panggang ala Rumahan, Sajian Istimewa untuk Meriahkan Momen Imlek

“Dengan begitu, kita semua diharapkan dapat meraih keselamatan baik di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya.

Salah satu murid, Narto dari Citeurep, Bogor, berbagi pengalaman pribadinya selama hampir dua tahun bergabung di perguruan ini. Ia mengaku menjadi lebih tekun beribadah dan memiliki empati tinggi terhadap orang lain.

“Pengalaman unik adalah saat berhasil menyembuhkan orang kesurupan hanya dengan membaca basmalah dan mengucapkan kata ‘sembuh’. Hasilnya pun instan, orang tersebut langsung kembali normal,” ungkapnya.

Perayaan milad ini menjadi momentum bagi para anggota perguruan untuk tidak hanya memperdalam ilmu bela diri, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.***