Tidak Mencapai 60 Persen, Partisipasi Pemilih di Pilkada Bogor Dinilai Memprihatinkan

0
Hanya Capai 60 Persen, Partisipasi Pemilih di Pilkada Bogor Dinilai Memprihatinkan

NARASITODAY.COM Partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 anjlok jauh dari target yang telah ditetapkan oleh Komite Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor yakni 85 persen. 

Pengamat Kebijakan Publik, Yusfitriadi menyampaikan bahwa partisipasi pemilih pada Pilkada tahun ini tidak mencapai angka 60 persen. 

Yusfitriadi menyampaikan bahwa rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada tahun ini diakibatkan kurangnya kinerja KPUD Kabupaten Bogor yang melupakan basis kultural masyarakat Kabupaten Bogor

Baca Juga :  Dongkrak PAD, Wakil Bupati Bogor Beberkan Tiga Jurus Jitu dan Suntikan Anggaran UMKM 2027

“Salah satu faktornya adalah lemahnya kinerja KPU Kabupaten Bogor dalam mengerjakan atau membuat agenda program sosialisasi Pilkada itu dilakukan hanya di simpul elit seterusnya, tapi basis kultural masyarakat itu tidak dikerjakan,” ujarnya, Jumat (29/11/2024). 

Yusfitriadi juga mengungkapkan, partisipasi pemilih yang rendah itu juga disebabkan karena kebijakan yang menggabungkan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi satu, sehingga masyarakat lebih jauh untuk berjalan ke TPS

Baca Juga :  5 Ciri-Ciri Cowok Patriarki yang Harus Dihindari demi Hubungan yang Sehat

“Walaupun juga kita ga tau alasan nya apa, gitu kira-kira, ya apa alasannya, apakah efektivitas anggaran, tapi gede juga anggaran jadi kenapa harus disatukan, tapi ya kita ga tau lah ya” 

Baca Juga :  Banjir Putuskan Jembatan Pasir Ipis, Akses Dua Desa di Cisarua Terisolasi

Ia juga mengatakan bahwa seharusnya KPUD Kabupaten Bogor mensosialisasikan melalui balai – balai desa atau bekerja sama dengan sejumlah masjid atau majelis Taklim

“Padahal itu kan hanya butuh jalan, tidak butuh anggaran. Jadi wajar ketika kemudian partisipasi pemilih seperti yang kita lihat hari ini (rendah),” tutupnya. (Rifki Ramadhan)