Era Digital dan Wastra: Bagaimana UMKM Dapat Memanfaatkan Teknologi untuk Melestarikan Budaya

0
Ilustrasi Era Digital dan Wastra: Bagaimana UMKM Dapat Memanfaatkan Teknologi untuk Melestarikan Budaya

NARASITODAY.COM Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang untuk melestarikan wastra, atau kain tradisional, melalui pemanfaatan teknologi digital.

Dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan, para ahli sepakat bahwa digitalisasi dapat menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing produk wastra di pasar global.

Nafisah Wulandari Head of Regional Growth Expansion Tokopedia menjelaskan bahwa digitalisasi bukan hanya sekadar kebutuhan, tetapi juga menjadi langkah strategis bagi UMKM untuk tetap relevan. “Dengan memanfaatkan platform digital, UMKM dapat memperluas jangkauan pasar mereka dan mempromosikan keunikan wastra Indonesia kepada audiens yang lebih luas,” ujarnya

Baca Juga :  Nostalgia 90-an! Doodle Ulang Tahun Google Tampilkan Logo Pertama yang Legendaris

Sementara itu Dewi Setyawati peneliti dari IPB, menekankan pentingnya inovasi dalam desain dan pemasaran wastra. “Penggunaan teknologi digital dalam proses desain motif dan produksi dapat meningkatkan efisiensi serta kreativitas. Misalnya, pengrajin dapat menggunakan perangkat lunak desain untuk menciptakan motif yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional,” jelasnya.

Baca Juga :  Keterampilan yang Harus Dimiliki di Era Digital: Lebih dari Sekadar Teknologi

Namun, meskipun banyak manfaat yang ditawarkan oleh digitalisasi, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala. “Banyak pelaku usaha yang belum memiliki pengetahuan memadai tentang teknologi digital. Oleh karena itu, edukasi dan pelatihan sangat penting untuk meningkatkan literasi digital di kalangan pengrajin,” ungkap Nafisah.

Baca Juga :  Mengisi Akhir Pekan, Bupati Bogor Hadirkan Atmosfer Ramah dan Harmonis di Car Free Day Tegar Beriman

Tokopedia sendiri telah meluncurkan berbagai modul edukasi untuk membantu UMKM memahami cara memanfaatkan teknologi secara efektif.

Dalam kesempatan yang sama, beberapa pengrajin wastra juga berbagi pengalaman mereka dalam mengadopsi teknologi. “Kami mulai menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk kami dan hasilnya sangat positif. Banyak pelanggan baru yang datang melalui platform tersebut,” kata Riko, seorang pengrajin batik dari Yogyakarta.***