Kementerian Kebudayaan Siap Wujudkan Indonesia Bahagia dengan Pemajuan Budaya yang Berkelanjutan

0
Ilustrasi Kementerian Kebudayaan Siap Wujudkan Indonesia Bahagia dengan Pemajuan Budaya yang Berkelanjutan

NARASITODAY.COM Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan (RIPK) 2025-2045 berkomitmen untuk mewujudkan visi “Indonesia Bahagia Berlandaskan Keanekaragaman Budaya yang Mencerdaskan, Mendamaikan, dan Mensejahterakan.”

Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan tidak hanya untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga untuk memanfaatkan kekayaan budaya Indonesia sebagai kekuatan pendorong kesejahteraan masyarakat.

“Kebudayaan adalah fondasi yang sangat penting untuk membangun karakter bangsa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui pemajuan budaya yang berkelanjutan, kami berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih bahagia dan sejahtera,” ungkap Hilmar.

Baca Juga :  Advokat Senior Johnson Panjaitan Tutup Usia, Dikenang Sebagai Pejuang HAM dan Keadilan

Hilmar menambahkan bahwa Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan ini merupakan langkah strategis yang dirancang untuk menjawab tantangan zaman, termasuk globalisasi dan perubahan sosial yang cepat.

“Kami telah menetapkan tujuh misi utama dalam RIPK ini, antara lain menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya, melindungi nilai-nilai budaya tradisional, serta memajukan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Bogor Lepas Rombongan School Trip ke Enam Desa Wisata, Dorong Wisata Edukatif dan Pelestarian Budaya Sejak Dini

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri kami membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat untuk bersama-sama memajukan kebudayaan Indonesia.”

Hilmar menjelaskan bahwa salah satu inovasi penting dalam RIPK adalah penggunaan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) sebagai alat ukur keberhasilan. “Dengan target peningkatan IPK dari 57,13 poin pada tahun 2023 menjadi 68,15 poin pada tahun 2045, kami percaya bahwa langkah-langkah ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat,” katanya. 

Baca Juga :  Wedang Susu Jahe Kekinian, Resep Mudah untuk Hangatkan Tubuh

Hilmar juga mengungkapkan harapannya agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya pelestarian budaya dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan. “Kami ingin masyarakat merasa memiliki dan bangga terhadap budaya mereka sendiri. Melalui berbagai program edukasi dan festival budaya, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pemajuan kebudayaan,” tuturnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel