Desa Cibeber II Jadi Percontohan Budidaya Hidroponik di Kecamatan Leuwiliang

0
Camat Leuwiliang WR. Pliatawan saat mengikuti panen sayur hidroponik di Desa Cibeber II

NARASITODAY.COMDesa Cibeber II, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mencatatkan keberhasilan dalam budidaya sayur mayur melalui sistem hidroponik.

Program yang dikelola oleh kelompok tani Karya Mandiri ini berhasil meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memberikan omset yang memuaskan, dengan banjirnya pesanan hasil panen.

Camat Leuwiliang, WR. Pelitawan, turut hadir untuk meninjau langsung keberhasilan program tersebut.

Baca Juga :  Sekolah Pra Nikah Jadi Upaya Nyata Pemkab Bogor Lindungi Anak dan Remaja Dari Pernikahan Anak

Menurutnya, panen perdana ini menjadi bukti nyata dari potensi pertanian hidroponik dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Alhamdulillah, hasil panen pertama ini cukup memuaskan, baik dari segi kualitas maupun pemasarannya yang sudah terorganisir. Produk ini sudah siap dijual dan masyarakat juga bisa menikmatinya langsung,” ujarnya. Selasa (7/1/2025).

Ia menambahkan, program ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Leuwiliang.

Baca Juga :  Desa Kalongliud Wujudkan Kawasan  Bebas dari Sampah

Bahkan, Kepala Desa Cibeber II berencana mengembangkan konsep hidroponik ini di setiap Posyandu untuk mendukung pemberian gizi kepada ibu hamil.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan. Kami berharap desa lain bisa mencontoh program ini untuk menciptakan manfaat yang lebih luas,” katanya.

Baca Juga :  Asmawa Tosepu : Forum Musrenbang Lahirkan Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Bogor di 20 Tahun Kedepan

Selain itu, Camat Leuwiliang juga mendorong setiap desa di wilayahnya untuk mempertimbangkan implementasi program serupa, terutama bagi desa dengan wilayah dan kontur tanah yang cocok untuk budidaya hidroponik.

“Jika setiap desa bisa menerapkan konsep ini, pengawasan dan pengelolaannya akan lebih mudah dilakukan, sekaligus memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat setempat,” pungkasnya.***