Pemkab Bogor Dituntut Tingkatkan Detail Layanan Bus Listrik dengan Pembangunan Halte Stratejik

0
Pemkab Bogor Dituntut Tingkatkan Detail Layanan Bus Listrik dengan Pembangunan Halte Stratejik

NARASITODAY.COM Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah meluncurkan dua layanan bus listrik gratis yang melayani rute Bambu Kuning Bojonggede hingga Tugu Pancakarsa Sentul. Bus ini resmi beroperasi sejak 17 Desember 2024.

Sejumlah warga menyambut positif keberadaan bus listrik ini, termasuk Faida (23), yang sering menggunakan layanan tersebut untuk pergi dan pulang kerja. Namun, Faida mengeluhkan minimnya jumlah armada, sehingga waktu tunggu sering kali terlalu lama.

“Iya soalnya gratis, terus juga lagi sering hujan jadi lebih nyaman naik bus. Cuma harusnya busnya ditambah soalnya saya sering nunggu lama. Kalau sudah lewat jamnya, terpaksa naik ojek,” ujar Faida, Rabu (22/1/2025).

Baca Juga :  Update Harga BBM Per 4 Mei 2026, Kenaikan Terjadi di Beberapa Jenis BBM Berkualitas Tinggi

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni, menilai Pemkab Bogor perlu segera melakukan evaluasi terkait layanan bus listrik tersebut.

“Unit perlu ditambah atau tidak, kita harus mengevaluasi kelebihan dan kekurangannya bersama Dinas Perhubungan (Dishub),” kata Achmad kepada Timetoday.id, Rabu (22/1/2025).

Baca Juga :  Pemkab Bogor Resmikan Rumah Keluarga Merah Putih, Fasilitas Perlindungan Korban Kekerasan

Ia juga mengungkapkan, hingga saat ini belum ada laporan evaluasi dari Pemkab maupun Dishub terkait operasional bus maupun ketersediaan halte.

“Kita juga belum sempat meminta evaluasi dari Dishub soal jumlah peminatnya dan bagaimana kondisi haltenya,” jelasnya.

Achmad berharap, evaluasi mendatang dapat memberikan perhatian lebih terhadap detail layanan, termasuk pembangunan halte di titik-titik strategis yang dilengkapi fasilitas seperti atap untuk kenyamanan penumpang.

“Di Pancakarsa belum ada halte, busnya malah berhenti di tempat nongkrong Tugu saja. Kalau halte dibangun, harus ada atap agar penumpang tidak kehujanan,” tegasnya.

Baca Juga :  Jaro Ade Pastikan Gebyar HUT RI di Kecamatan Caringin Berdampak Baik Bagi Masyarakat

Ia menambahkan, evaluasi ini juga penting untuk persiapan operasional bus BTS Cibinong-Puncak, yang saat ini terancam batal beroperasi pada Februari 2025.

“Ini bisa jadi pelajaran agar rencana operasional bus rute Puncak dilakukan dengan perencanaan yang matang,” tutup Achmad. ***

Reporter : Amelia Azizah/timetoday.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel