NARASITODAY.COM – Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II menggelar kegiatan Semarak Gizi 2025 di halaman depan Kantor Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, pada Kamis (30/1).
Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang.
Mengusung tema “Aksi Bergizi Leuwisadeng: Wujudkan Masyarakat Sehat dan Bergizi Seimbang”, kegiatan ini dimeriahkan dengan berbagai aktivitas, seperti senam bersama serta aneka perlombaan, di antaranya lomba mewarnai, Siapa Pintar Ibu Kader, lomba snack balita, serta lomba mitos/fakta bagi siswa SMP.
Selain itu, terdapat berbagai stand gizi yang menyediakan layanan konsultasi dan edukasi, antara lain stand konseling gizi, masalah dan intervensi gizi, display makanan bergizi, potensi desa, UMKM, serta pemeriksaan kesehatan melalui metode antropometri.
Ketua pelaksana acara, Gilang Eko Nugroho, menjelaskan bahwa Semarak Gizi 2025 merupakan acara puncak dari program Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program Manajemen Intervensi Gizi, yaitu kelanjutan dari program perencanaan gizi yang telah dilakukan sejak satu tahun lalu di Kecamatan Leuwisadeng,” ungkapnya.
Gilang menambahkan bahwa acara ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-65, yang jatuh pada 25 Januari.
Melalui kegiatan ini, masyarakat di delapan desa yang berada di Kecamatan Leuwisadeng diharapkan semakin memahami kondisi gizi dan kesehatan di wilayahnya.
Stand intervensi dan masalah gizi, serta stand cek kesehatan, menjadi sarana bagi warga untuk memperoleh informasi langsung mengenai kesehatan mereka.
“Kami juga menyediakan layanan konseling untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gizi, serta memberikan edukasi melalui stand konseling,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pola makan yang tidak seimbang dapat meningkatkan risiko penyakit kronis dan tidak menular. Oleh karena itu, edukasi mengenai pola konsumsi makanan yang sehat menjadi sangat penting.
“Diharapkan dengan adanya edukasi ini, masyarakat dapat mengubah pola hidup mereka agar lebih sesuai dengan prinsip gizi seimbang, sehingga kesehatan mereka lebih terjaga,” pungkasnya.***













