Soal RLS, H. Abdul Aziz Sarnata: Pernyataan PJ Bupati Itu Sangat Mendiskreditkan Pesantren

0
Ketua Pengurus Daerah Mathla'ul Anwar (PDMA) Kabupaten Bogor, H. Abdul Aziz Sarnata

NARASITODAY.COM – Ketua Pengurus Daerah Mathla’ul Anwar (PDMA) Kabupaten Bogor, H. Abdul Aziz Sarnata mendesak PJ. Bupati Bogor, Bachril Bakri untuk mencabut, meralat dan meminta maaf kepada masyarakat atas pernyataannya terkait Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Penyataannya itu dianggap tidak mendasar.

“Terkait penyataan PJ. Bupati tentang Rata rata Lama Sekolah (RLS) Itu jelas data nya juga tidak valid atas apa yang sudah disampaikan oleh PJ Bupati,” ungkap H. Abdul Aziz Sarnata dihubungi pada, Senin 3 Februari 2025.

Pengurus Daerah Mathla’ul Anwar (PDMA) Kabupaten Bogor yang selama puluhan tahun fokus pada dunia pendidikan lewat madrasah dan juga Ponpes mengkritisi pandangan atau pendapat Pj. Bupati, Bachril Bakri yang dinilai ngawur dan terkesan meremehkan keberadaan Ponpes.

Baca Juga :  Mandalika Bersorak! Alvin Bahar dan Rekan-rekan Honda Racing Banjir Prestasi

“Seharusnya PJ Bupati perintahkan saja kan ada Dinas Pendidikan, perintahkan ke Dinas Pendidikan, berikan data yang falid berapa lulusan dari SD yang masuk ke SMP dari SMP ke SMA itu baru akan falid,” katanya.

Jadi, kata dia, pernyataan PJ. Bupati Bogor Bachril Bakri tersebut yang menyebut RLS tidak mendasar dan sangat mendiskreditkan pesantren.

“Itu pernyataan PJ. Bupati itu sangat mendiskreditkan pesantren,” katanya.

Baca Juga :  Pj. Bupati Bogor Bacakan Manifesto Lingkungan di Kawah Ratu, Rayakan HUT RI ke-79

Menurut H. Abdul Aziz Sarnata mengatakan bahwa selama ini Pondok Pesantren sudah memberikan manfaat yang banyak untuk pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

“Sementara, perlu diketahui juga, lulusan pesantren itu sangat luar bisa, mereka keilmuannya tidak hanya urusan keagamaan saja bahkan tidak sedikit lulusan pesantren yang buka bengkel, bahkan termasuk dari elit politik pun banyak lulusan lulusan dari pesantren,” katanya.

Jadi, menurut dia, PJ Bupati Bogor harus mencari data yang konkret dan jangan asal dalam menyampaikan pernyataan agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Selain itu Ketua Pondok Pesantren di Kabupaten Bogor sangat menyesalkan juga dengan pernyataan kontroversial tersebut.

Baca Juga :  Siap Hadapi Musim Hujan dan Antisipasi Bencana,  Sekda Ajat Rochmat Jatnika Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana

“Dasarnya dari mana itu, BPS? BPS itu kapan. Ini kan sangat tidak relevan,” katanya.

Lebih lanjut, H. Abdul Aziz Sarnata mendesak PJ. Bupati Bogor, Bachril Bakri untuk menarik pernyataannya dengan menyertakan permohonan maaf kepada masyarakat. Namun, jika hal itu tidak dilakukan maka pihaknya akan menggelar aksi protes.

“Kami akan turun, kami akan turun dan pondok pondok pesantren sudah konfirmasi ke saya ketika PJ. Bupati tidak menarik pernyataannya akan membuat aksi besar-besaran,” katanya.(Zho)