NARASITODAY.COM – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom, menyoroti percepatan pembangunan di wilayah Bogor Barat dalam reses perdana anggota DPRD Dapil 5 tahun 2025 masa sidang II.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Kecamatan Nanggung pada Jumat (21/02/2025) dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Aan menekankan pentingnya sinergi antara aspirasi masyarakat yang dituangkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan upaya DPRD dalam reses.
“Ini harus berkolaborasi antara keinginan masyarakat yang dituangkan dalam Musrenbang, kemudian disambut oleh teman-teman DPRD melalui reses. Sehingga, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Nanggung ini bisa sinergi,” ujarnya.
Aan juga menyoroti kondisi infrastruktur di Bogor Barat yang masih perlu perhatian khusus, bukan hanya dalam aspek pemerataan, tetapi juga percepatan agar setara dengan kecamatan lain di Kabupaten Bogor.
“Kita sadar betul bahwa kondisi Bogor Barat hari ini bukan hanya terkait pemerataan, tetapi lebih ke percepatan agar setara dengan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Bogor. Ini adalah kewajiban kami untuk mendorong bersama-sama dengan pemerintah daerah,” tegasnya.
Salah satu fokus utama dalam reses ini adalah penyelesaian pekerjaan rumah (PR) pasca bencana tahun 2020. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang terdampak, terutama dalam hal hunian tetap (huntap) dan infrastruktur.
“Di Kecamatan Nanggung misalnya, masih banyak masyarakat yang terdampak terkait huntap. Ini perlu keseriusan dari pemerintah daerah. Sudah lima tahun, tetapi masih banyak yang belum tuntas, tidak hanya hunian tetap tetapi juga infrastruktur lainnya, seperti jalan, jembatan, dan irigasi. Apalagi, Presiden kita sangat berharap terkait ketahanan pangan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap irigasi yang terbengkalai atau rusak akibat bencana.
“Kita harus fokus pada irigasi-irigasi yang terbengkalai dan yang putus pasca bencana. Kami berharap pada tahun 2025 ini, PR pasca bencana 2020 bisa diselesaikan,” katanya.
Terkait dengan anggaran, Aan menyadari bahwa kebutuhan yang lebih prioritas bisa saja membuat anggaran bergeser. Namun, ia berharap bupati dan wakil bupati yang baru dilantik dapat mengalokasikan anggaran secara maksimal dan meningkatkan pendapatan daerah untuk menyelesaikan proyek-proyek prioritas.
“Tentunya ini akan menjadi PR bagi bupati dan wakil bupati yang telah dilantik. Mereka harus mengalokasikan anggaran dan memaksimalkan pendapatan sehingga proyek-proyek yang sangat prioritas bisa terjawab,” tutupnya.













