Bupati Bogor Sebut Modifikasi Cuaca BNPB Berhasil Kurangi Intensitas Hujan di Wilayah Terdampak

0
Bupati Bogor Sebut Modifikasi Cuaca BNPB Berhasil Kurangi Intensitas Hujan di Wilayah Terdampak

NARASITODAY.COM – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memberikan apresiasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas keberhasilan dalam melaksanakan modifikasi cuaca di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Upaya ini terbukti efektif dalam mengurangi intensitas hujan di beberapa wilayah yang sebelumnya diperkirakan akan diguyur hujan deras selama beberapa hari berturut-turut.

“Sejak siang kemarin, BNPB telah melakukan penerbangan untuk melakukan modifikasi cuaca,” ungkap Rudy pada Rabu (5/3/2025).

Baca Juga :  Cabup Rudy Susmanto Hadiri Konsolidasi dengan Partai Koalisi, Irman Nurcahyan Targetkan 85 Persen Kemenangan di Dapil 6

Menurut Rudy, cuaca di Bogor kini cerah, dan genangan banjir yang sempat melanda beberapa kawasan mulai surut. Ia berharap, BNPB dapat melanjutkan upaya modifikasi cuaca hingga 8 Maret 2025 untuk membantu mempercepat proses penanganan banjir yang masih berlangsung.

Sementara itu, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menekankan bahwa status tanggap darurat yang dikeluarkan pemerintah bertujuan untuk mempermudah koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani bencana. Pemerintah pusat berkomitmen untuk memastikan semua kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera dipenuhi.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Sebut Tahun 2025 Momentum Kebangkitan Kabupaten Bogor

“Kami mengeluarkan status tanggap darurat agar pemerintah pusat segera dapat masuk dan bekerja sama dengan pemerintah daerah,” kata Suharyanto.

BNPB juga berkoordinasi dengan TNI untuk menangani kerusakan infrastruktur, termasuk tujuh jembatan yang terputus, dan perbaikan akan segera dilakukan. Hal ini mengingat pentingnya periode tiga minggu kedepan menjelang Idul Fitri dan libur nasional, terutama di kawasan Puncak.

Baca Juga :  Revisi UU TNI Masuki Tahap Pembahasan Intensif di DPR

Operasi modifikasi cuaca akan terus dilakukan hingga 8 Maret dan akan dilanjutkan kembali pada 11 Maret, karena BMKG memprediksi hujan lebat akan kembali mengguyur Jabodetabek pada tanggal tersebut. Suharyanto mengklaim bahwa modifikasi cuaca yang dilakukan telah berhasil mengurangi intensitas hujan di wilayah Jabodetabek.***

Sumbernya:timetoday.id