Petani Cabai di Lombok Kembali Beraktivitas, Pasokan ke Pasar Pulih Secara Bertahap

0
Ilustrasi cabai

NARASITODAY.COM – Kementerian Pertanian Pastikan Pasokan Cabai Kembali Normal, Harga Diperkirakan Stabil. Setelah beberapa waktu mengalami kelangkaan akibat libur panen awal Ramadan dan cuaca buruk, pasokan cabai di Indonesia akhirnya dipastikan kembali normal. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bahwa dengan pulihnya pasokan, harga cabai, khususnya cabai rawit merah, diperkirakan akan segera stabil.

Andi Muhammad Idil Fitri, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, menegaskan bahwa secara keseluruhan produksi cabai berada dalam kondisi aman. Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Kementan telah melakukan koordinasi dengan para Champion Cabai, yang merupakan petani dan distributor cabai yang dikelola Kementan.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Gelar Panen Cabai untuk Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok

“Kami sudah menugaskan Champion Cabai binaan untuk segera mendistribusikan pasokan ke pasar. Dengan langkah ini, pasokan akan kembali normal dan harga cabai akan melandai,” ungkap Andi dalam keterangan tertulis pada Rabu (5/3/2025).

Menurut Andi, selain libur panen yang menjadi faktor utama, hujan deras juga turut mempengaruhi petani yang terpaksa menunda panen mereka. Namun, ia memastikan bahwa kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan saat ini pasokan cabai sudah kembali stabil, terutama di sejumlah sentra produksi cabai di Indonesia.

Andi juga menambahkan, di Magelang, harga lelang cabai rawit merah kini sudah turun menjadi Rp56.000 per kilogram. Sementara itu, di Jawa Timur, pasokan cabai kembali stabil, dan harga menunjukkan penurunan yang signifikan.

Baca Juga :  Menjelang Ramadan, Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Cibinong Melonjak hingga Rp 120.000 per Kg

Kondisi yang hampir serupa juga diungkapkan oleh Haji Subhan, seorang petani Champion Cabai di Kabupaten Lombok Timur. Subhan menjelaskan bahwa tradisi libur berladang selama beberapa hari di awal Ramadan sempat mempengaruhi pasokan cabai, menyebabkan harga merangkak naik.

“Hari pertama dan kedua bulan puasa, petani di Lombok umumnya tidak berladang, termasuk petani cabai. Akibatnya, pasokan menurun dan harga naik,” ujar Subhan, yang menambahkan bahwa petani kini telah kembali beraktivitas dan mulai memanen cabai, sehingga pasokan ke pasar mulai pulih.

Baca Juga :  Gelombang Laut di Selat Sunda Diprediksi Aman untuk Mudik Lebaran 2025, Namun Waspadai Perubahan Cuaca

Sementara itu, M. Zaenal, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, turut mengonfirmasi bahwa pasokan cabai rawit merah di daerahnya juga mulai kembali pulih. Ia memperkirakan harga cabai di tingkat konsumen, yang saat ini berada di kisaran Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram, akan segera turun dalam beberapa hari ke depan.

Dengan kondisi yang semakin membaik, masyarakat pun bisa berharap harga cabai akan segera stabil, dan pasokan yang lancar akan mengurangi fluktuasi harga yang terjadi beberapa waktu terakhir.***