NARASITODAY.COM – Penyanyi Mitty Zasia kembali menghadirkan karya terbarunya, lagu berjudul Untuk Perempuanku Di Cermin. Lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadi Mitty sebagai anak rantau, yang telah jauh meninggalkan kampung halamannya. Cerita dalam lagu ini bermula pada tahun 2014, saat Mitty meninggalkan Kotamobagu, Sulawesi Utara, untuk mengejar impian dan cita-cita yang telah lama ia dambakan.
“Apalagi ketika bulan puasa seperti ini, ada momen yang sangat aku rindukan bersama keluarga di sana. Seperti sahur dan puasa pertama bersama mereka (keluarga). Mungkin itu sederhana, tapi aku sudah bertahun-tahun tidak bisa merasakan momen sederhana itu bersama keluarga di sana. Mungkin hal ini juga dirasakan oleh para perantau sepertiku,” ungkap Mitty dalam keterangan persnya pada Senin (10/3/2025).
Melalui lagu Untuk Perempuanku Di Cermin, Mitty merangkum perjalanan emosionalnya sebagai perantau, menghadapi berbagai tantangan dan rindu yang tak terucapkan. Dalam menciptakan lagu ini, ia mengajak Fanny Soegi untuk berkolaborasi, menggabungkan suara dan perasaan mereka dalam sebuah karya yang menyentuh.
“Dari banyaknya hal rumit yang aku hadapi, ternyata aku kuat dan masih bisa bertahan. Aku tulis lagu ini agar nantinya ketika aku merasa lelah, atau pun para perempuan (khususnya) yang mendengarkan lagu ini, bisa merasakan lelahnya tanpa harus pura-pura tidak merasakan lelah,” tutur Mitty, mengungkapkan harapannya agar lagu ini bisa menjadi teman bagi mereka yang sedang merasakan keletihan dan perjuangan serupa.
Untuk memperkenalkan lagu ini lebih jauh, Mitty Zasia bersama Fanny Soegi merilis video lirik dan live session dari Untuk Perempuanku Di Cermin di kanal YouTube mereka. Fanny Soegi juga berbagi pandangannya tentang pengalaman merantau yang, menurutnya, tidak hanya penuh dengan kesedihan. Justru, ia menemukan sisi positif dari perantauan.
“Merantau itu seru. Kita bisa bertemu teman yang sama-sama merantau dan saling menguatkan. Buatku, ternyata arti kata merantau tidak seburuk itu,” kata Fanny, yang juga merasakan kebersamaan dan dukungan dari teman-teman seperantauannya.
Lagu ini bukan hanya menjadi cermin bagi Mitty, tetapi juga bagi banyak orang yang merantau, mencari arti dan makna dalam setiap langkah perjuangan mereka.***














