Ini Penjelasan Warga Soal Pria Ditemukan Tewas Bersimbah di Ciaruteun Ilir

0
Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di wilayah Kampung Padati Mondok, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor Jawa-Barat.

NARASITODAY – Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di wilayah Kampung Padati Mondok, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor Jawa-Barat.

Korban yang diketahui berinisial MRP (25) warga Kota Bogor itu mengalami luka serius akibat terkena sabetan senjata tajam yang membuatnya meregang nyawa di lokasi penemuan.

MRP menjadi korban penganiayaan oleh seorang pria berinisial MOS di wilayah Gunung Kapur, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor pada Minggu (28 April 2024) malam.

Baca Juga :  Komplotan Penculik Santri Rejoso Incar Target Terkait Narkoba, Korban Malah Santri Tak Bersalah

Kemudian sekitar pukul 23.30 WIB warga menemukan jasad korban yang dibuang di tempat yang berbeda dari lokasi awal korban dengan pelaku terlibat perseteruan.

Menurut kesaksian Wahyu, Kepala Dusun (Kadus) di lokasi penemuan mayat, MRP saat ditemukan oleh warga masih bernafas namun dengan kondisi kritis.

“Ada warga laporan, saya nyusul ke sana udah rame pada kumpul, pas saya datang emang kondisi udah kritis banget masih engap-engap gitu,” ujarnya saat dijumpai Wartawan, Selasa (30 April 2024).

Baca Juga :  Dewan AzwarĀ  : Pembangunan Jembatan Jadi Kebutuhan Urgent, Jangan Sampai Siswa Tidak BersekolahĀ 

Pada saat itu, kata dia, tidak ada warga yang berani menyentuh korban yang kondisinya semakin melemah dikarenakan situasinya yang tidak memungkinkan.

Wahyu pun berinisiatif untuk menghubungi pihak berwenang dalam hal ini kepolisian sektor Cibungbulang untuk menangani persoalan ini.

ā€œAda warga laporan, saya nyusul ke sana udah rame pada kumpul, pas saya datang emang kondisi udah kritis banget masih engap-engap gitu,ā€ ujarnya saat dijumpai Wartawan, Selasa (30 April 2024).

Baca Juga :  Toko Tekstil di Ciampea Kembali Terbakar, Diduga Akibat Percikan Api dari Mesin Gurinda

Pada saat itu, kata dia, tidak ada warga yang berani menyentuh korban yang kondisinya semakin melemah dikarenakan situasinya yang tidak memungkinkan.

Wahyu pun berinisiatif untuk menghubungi pihak berwenang dalam hal ini kepolisian sektor Cibungbulang untuk menangani persoalan ini.***