Gelombang Laut di Selat Sunda Diprediksi Aman untuk Mudik Lebaran 2025, Namun Waspadai Perubahan Cuaca

0
Laut di Selat Sunda

NARASITODAY.COM – Menjelang musim mudik Lebaran 2025, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan kabar baik mengenai kondisi gelombang laut di Selat Sunda yang diprediksi aman untuk perjalanan penyeberangan. Meski demikian, pihak BMKG mengingatkan semua pihak untuk tetap memperhatikan perkembangan cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu.

“Masih terpantau aman,” ujar Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, saat dihubungi pada Jumat (14/3/2025).

Selat Sunda, yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera, menjadi jalur vital bagi pemudik yang menggunakan kapal, terutama melalui Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Kedua pelabuhan ini selalu padat menjelang dan setelah Lebaran, menjadi titik berkumpulnya ribuan kendaraan pemudik.

Baca Juga :  Mudik Gratis BUMN 2026 dari BNI Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

BMKG sendiri mencatat bahwa gelombang laut di sekitar Selat Sunda selama mudik Lebaran berada dalam kategori rendah hingga sedang, dengan ketinggian gelombang yang diprediksi antara 1,25 hingga 2,5 meter. Namun, Eko Prasetyo tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan arah dan kecepatan angin, apalagi di fase pancaroba seperti saat ini.

“Prakiraan tinggi gelombang saat mudik dalam kategori rendah-sedang, maksimal 1,25 hingga 2,5 meter. Namun, perlu tetap menjaga kewaspadaan terhadap perubahan arah dan kecepatan angin di fase pancaroba ini,” katanya.

Baca Juga :  Diresmikan Presiden Prabowo, Jalan Inpres di Bogor Kini Mulus dan Dongkrak Ekonomi

Eko juga menjelaskan bahwa ada prosedur standar yang telah disiapkan oleh pemangku kepentingan di pelabuhan, yang bertujuan untuk menjaga keselamatan bersama. Salah satunya, jika kecepatan angin mencapai 20 knot dan tinggi gelombang melebihi 2 meter, maka kegiatan bongkar muat di pelabuhan akan ditunda.

“Jika kecepatan angin mencapai 20 knot dan tinggi gelombang mencapai 2 meter atau lebih, maka akan dilakukan penundaan kegiatan bongkar muat di pelabuhan penyeberangan,” jelasnya.

Kondisi cuaca saat ini juga tengah memasuki masa pancaroba, yang membawa potensi hujan lebat di sejumlah wilayah, termasuk Banten dan Lampung. Oleh karena itu, Eko mengimbau untuk tetap memperhatikan potensi cuaca ekstrem yang bisa memengaruhi jalur penyeberangan.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Bogor dan Pemkab Bogor Apresiasi Petugas Pos PAM Lebaran

“Di fase pancaroba ini, masih ada potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat,” kata Eko.

Sementara itu, kelancaran mudik di Pelabuhan Merak dan Bakauheni sangat bergantung pada kondisi laut. Jika gelombang laut tak memungkinkan, penyeberangan kapal tentu tak dapat dilanjutkan. Untuk itu, Eko menegaskan pentingnya menjaga operasional dari sistem AWS (Automatic Weather Station) Maritim yang terpasang di kedua pelabuhan tersebut.

“Oleh karena itu, AWS yang terpasang di Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan Bakauheni harus operasional dengan baik,” tutup Eko.***