
NARASITODAY.COM- Sekolah Cendekia Baznas yang terletak di Desa Cemplang, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, kembali menggelar Tasyakuran Hafiz 30 Juz dan Inspirasi Qur’an dalam rangka Cahaya Ramadan 1446 H, Jumat (14/3/2025).
Dengan tajuk “Menyemai Kebaikan di Bulan yang Penuh Berkah”, acara ini menjadi ajang apresiasi bagi para santri penghafal Al-Qur’an sekaligus motivasi untuk terus menjaga hafalan mereka.
Sebanyak 10 santri, baik putra maupun putri, merayakan keberhasilan mereka dalam menyelesaikan hafalan 30 juz.
Kepala Sekolah Cendekia BAZNAS, Ahmad Kamaluddin Afif, menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para hafiz yang telah berjuang menyelesaikan hafalannya.
“Total saat ini ada 15 santri aktif yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz dari total 352 santri yang tersebar di 26 provinsi. Sejauh ini, kami telah meluluskan lebih dari 60 santri yang telah menyelesaikan hafalan penuh Al-Qur’an,” ungkapnya.
Untuk menambah semarak acara, hadir pula Naja, seorang hafiz cilik yang dikenal sejak mengikuti program Hafiz Cilik Indonesia di RCTI tahun 2019.
Kehadirannya bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada para santri agar terus bersemangat dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an.
Dia membeberkan, bahwa sekolah Cendekia Baznas merupakan lembaga pendidikan jenjang SMP dan SMA yang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Semua santri mendapatkan beasiswa penuh, termasuk biaya pendidikan dan kebutuhan hidup mereka selama menempuh studi.
Setiap santri diwajibkan memiliki hafalan minimal 5 juz selama jenjang SMP. Namun, banyak di antara mereka yang mampu melampaui target hingga 20, 25, bahkan 30 juz.
“Semua yang masuk ke sini berasal dari keluarga yang tidak mampu. Namun, kami memberikan pendidikan terbaik bagi mereka. Alhamdulillah, 70 persen lulusan dari sekolah ini berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujar Ahmad Kamaluddin Afif.
Program beasiswa ini terwujud berkat dukungan dari BAZNAS RI serta para donatur yang peduli terhadap pendidikan dan dakwah Al-Qur’an.
Dia berpesan kepada generasi muda tentang keutamaan menghafal Al-Qur’an.
“Kelak, di hari kiamat, Al-Qur’an akan menjadi sahabat sejati yang datang di saat semua orang meninggalkan kita. Ia akan bersaksi kepada malaikat bahwa kita telah mengamalkannya. Para hafiz 30 juz akan mendapatkan keutamaan, kemuliaan, serta syafaat bagi kedua orang tua mereka,” ucapnya.
Ditempat yang sama, salah satu hafiz 30 juz, Keyla Bilkis Asilah, membagikan kisah perjuangannya dalam menyelesaikan hafalan.
“Tantangan terberat dalam menghafal Al-Qur’an adalah menjaga keistiqomahan. Dengan banyaknya agenda di sekolah, terutama sebagai Ketua OSIS, saya harus bisa menyesuaikan waktu agar tetap bisa mencapai target harian,” ungkapnya.
Namun, ia berhasil mengatasi tantangan itu dengan menanamkan niat yang kuat, meminta doa orang tua, dan terus mendapat motivasi dari para pembimbing.
Berkat kegigihannya, dalam waktu satu bulan, ia berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz.***












