Mengungkap Sosok Perempuan di Balik Patung Liberty

0
Ilustrasi Patung Liberty

NARASITODAY.COM – Patung Liberty, simbol kebebasan yang ikonik, telah berdiri tegak sebagai lambang Amerika Serikat sejak 1886. Namun, siapa sebenarnya sosok perempuan yang digambarkan dalam patung kolosal ini? Untuk menjawabnya, kita harus menelusuri perjalanan panjang pematung Prancis, Frédéric-Auguste Bartholdi, yang merancang dan memahat patung ini.

Patung Liberty, yang pada awalnya diberi nama Liberty Enlightening the World, dirancang untuk memperingati aliansi antara Prancis dan Amerika Serikat selama Revolusi Amerika. Patung ini menggambarkan Liberty yang dimahkotai, dipersonifikasikan sebagai seorang perempuan yang mengangkat obor dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang tablet bertuliskan tanggal “JULY IV, MDCCLXXVI,” yang menandai saat Deklarasi Kemerdekaan Amerika diadopsi.

Namun, sosok perempuan di balik patung tersebut bukanlah seorang tokoh sembarangan. Untuk menemukan jawabannya, kita harus melacak sketsa dan tulisan Bartholdi sendiri.

  • Awal Mula Ketertarikan pada Patung Kolosal
Baca Juga :  DKM Masjid Jami Al-Barokah dan Pemdes Cimanggu Dua Gelar Santunan Yatim dan Pengajian Bulanan

Perjalanan ide untuk Patung Liberty dimulai jauh sebelum pembangunannya pada tahun 1875. Pada akhir tahun 1850-an, Bartholdi mulai mengeksplorasi konsep patung kolosal. Terinspirasi oleh monumen-monumen klasik, seperti Colossus dari Rhodes, ia lebih tertarik dengan gaya patung Mesir kuno.

Pada tahun 1856, Bartholdi mengunjungi Mesir dan terpesona oleh Colossi dari Memnon, dua patung besar yang berdiri kokoh di reruntuhan Thebes selama lebih dari 3.200 tahun. Perjalanan ini menginspirasi Bartholdi untuk mulai mengembangkan ide patung kolosal miliknya sendiri.

  • Proposal Patung Kolosal untuk Mesir

Pada tahun 1869, Bartholdi mengajukan proposal kepada Khedive Mesir, Ismāʿīl Pasha, untuk membangun patung besar sebagai monumen bagi penyelesaian Terusan Suez. Desain Bartholdi menggambarkan seorang perempuan petani Mesir atau fallāḥ, yang mengenakan pakaian tradisional Mesir. Meski desain tersebut tidak pernah terwujud karena masalah pembiayaan, ide tersebut tetap menjadi dasar yang mempengaruhi desain Patung Liberty.

Baca Juga :  Pemkot Bogor Pastikan Kawal Pembangunan Underpass Kebon Pedes Meski Bukan Pengelola Utama

Menurut Bartholdi, pemilihan sosok perempuan dalam desain patung bukanlah kebetulan. Ia menyadari bahwa sepanjang sejarah seni Eropa, perempuan sering digunakan untuk mempersonifikasikan gagasan-gagasan besar, seperti kebebasan dan kemajuan. Sehingga, memilih seorang perempuan sebagai simbol kebebasan di Patung Liberty adalah sebuah keputusan yang selaras dengan tradisi artistik tersebut.

  • Perubahan Desain dan Perpindahan ke Amerika

Pada awal 1870-an, Bartholdi mulai menyesuaikan desain patungnya. Pakaian perempuan yang semula terinspirasi oleh budaya Mesir diganti dengan jubah Yunani yang lebih klasik. Selain itu, cahaya mulai bersinar dari obor yang dipegang dengan tangan kanan, bukan lagi dari kepala. Sebuah diadem atau mahkota menggantikan penutup kepala Mesir, dan tangan kiri memegang sebuah tablet yang bertuliskan tanggal penting dalam sejarah Amerika.

Baca Juga :  Pengibaran Bendera Bajak Laut One Piece di Indonesia Disorot Media Internasional Jelang Hari Kemerdekaan

Meski desainnya telah berubah, esensi dari patung tetap sama, yakni seorang perempuan yang memancarkan simbol kebebasan. Patung ini kemudian dikenal dengan nama Patung Liberty, yang dihadiahkan oleh Prancis kepada Amerika Serikat sebagai simbol persahabatan dan kebebasan.

Patung Liberty tidak hanya menjadi ikon kebebasan Amerika, tetapi juga mengabadikan perjalanan panjang seorang pematung yang mengekspresikan nilai-nilai besar dalam bentuk karya seni monumental.