Enggan Timbul Kasus Serupa, DPRD Imbau Sekolah di Jawa Barat Gencar Antispasi Kasus Bullying Hingga Tawuran

0

Cibinong, Narasitoday.com – Anggota DPRD Jawa Barat, Samsul Hidayat mengingatkan peran sekolah harus kembali memaksimalkan peranya terhadap murid untuk mengantisipasi kejadian aksi bullying dan perundungan hingga tawuran yang melibatkan pelajar.

Hal itu mengingat, setelah libur lebaran yang dimulai sejak 21 Maret 2025. Mulai pagi ini para pelajar siswa-siswi SD, SMP, SMA di Jawa Barat akan kembali melangsungkan kegiatan belajarnya di sekolah secara serentak pada Rabu 9 April 2025.

Menurut Samsul Hidayat, kejadian yang tidak diinginkan kembali terulang itu harus diantisipasi sedini mungkin. Dari mulai mengawasi jam-jam kosong dan memastikan para pelajar pulang kerumah masing-masing usai mengikuti kegiatan disekolah.

Baca Juga :  Soal Wisata Hibisc Fantasy dan Bianglala Puncak, Anggota DPRD Jabar Samsul Hidayat : Rawan Bencana dan Matikan Aktivitas Atlet Paralayang

Bullying ini terjadi karena banyak waktu-waktu kosong tidak mungkin pada waktu jam-jam pelajaran karena bullying ini biasanya terjadi pada jam-jam istrihat ataupun pada pulang sekolah,“ ujar Samsul Hidayat, Rabu (9/4/2025).

“Pertama guru harus lebih efektif melakukan pengawasan pada jam-jam kosong tersebut. Kedua sekolah juga saat ini sudah banyak melibatkan aparat hukum untuk memberikan penyuluhan, pengawasan, mengindentifikasi sikap-sikap murid yang memang tidak pada tempatnya,“ katanya.

Baca Juga :  Pria Tewas Berjaket Ojol di Leuwiliang, Alami Luka Tusuk di Punggung dan Pipi

Pihak sekolah juga diminta untuk tidak segan memanggil orang tua murid jika menemukan perbedaan sikap yang berlebihan. Hal itu untuk mengetahui penyebabnya sehingga tidak menunggu kegaduhan.

“Ini harus dibimbing panggil orangtuanya kenapa anaknya melakukan bullying itu atau karena pergaulan, ini harus dicegah harus diantisipasi jangan sampai setelah ada korban baru ramai,“ kata dia.

Legislatif dari fraksi Golkar ini juga mengatakan, jika sekolah yang sudah membentuk satgas maka libatkan hal itu. Agar para murid bisa dipastikan pulang. Bukan malah tawuran.

Baca Juga :  Pengakuan Pelajar yang Hendak Tawuran : Mencari Jati Diri dan Menghindari Bullying

“Lalu kemudian pastikan anak-anak ini pulang jangan sampai bergerombol sehingga memancing insiden tawuran. Kan biasanya berawal dari bully lalu berujung pada tawuran,“ ucapnya.

“Apalagi Kang Dedi (Gubernur Jabar) memiliki program bagi siswa-siswi berprilaku tukang bully, tawuran, akan diberikan pelajaran oleh TNI atau Polri untuk diberikan pendidikan,“ kata dia.