NARASITODAY.COM – Sebuah misi bersejarah Blue Origin yang membawa wanita ke batas atmosfer baru saja usai. Dipimpin oleh tunangan miliarder Jeff Bezos, Lauren Sanchez, dan diisi oleh nama-nama besar seperti penyanyi Katy Perry dan jurnalis ternama Gayle King, perjalanan ini seharusnya menjadi perayaan pencapaian perempuan di bidang antariksa. Namun, alih-alih pujian tunggal, misi ini justru memicu gelombang perdebatan sengit di media sosial, di mana pujian dan kritik bercampur aduk.
Banyak yang melihat penerbangan ini sebagai tonggak penting, sebuah langkah maju dalam representasi perempuan di eksplorasi luar angkasa. Namun, tak sedikit pula tokoh publik yang menyuarakan pandangan sebaliknya, menganggap perjalanan mewah ini sebagai pemborosan sumber daya dan tindakan yang tidak perlu di tengah berbagai permasalahan mendesak di Bumi.
Tak lama setelah siaran langsung pendaratan selamat kru Blue Origin berakhir, aktris Olivia Wilde melontarkan sindiran pedas melalui Instagram Story-nya. Dengan nada sarkastik yang tajam, ia membagikan kolase foto Katy Perry sebelum penerbangan, memegang bunga aster dengan polos, dan momen kembalinya, mencium tanah dengan ekspresi dramatis.
“Miliaran dolar buat membeli beberapa meme yang bagus, kurasa,” tulis Wilde, mengomentari unggahan viral yang menyandingkan foto-foto Katy dengan judul sinis: ‘Turun dari penerbangan komersial pada 2025’.
Komedian Amy Schumer bahkan tak kalah “kejam” dengan menambahkan komentar jenaka namun menusuk di Instagram-nya. Ia berkelakar seolah-olah mendapat undangan mendadak untuk ikut dalam misi luar angkasa tersebut.
“Teman-teman, detik-detik terakhir mereka menambahkan saya ke luar angkasa, dan saya akan pergi ke luar angkasa,” candanya, menciptakan narasi absurd tentang dirinya yang tiba-tiba terpilih.
Lebih lanjut, Schumer memegang mainan Black Panther sambil berkata, “Saya membawa benda ini,” sebuah gestur yang tampak jelas mengolok-olok Katy Perry dan bunga aster simbolisnya. “Itu gak ada artinya bagi saya, tapi itu ada di tas saya. Saya berada di Subway, dan saya mendapat pesan teks, dan mereka berkata, ‘Apakah Anda ingin pergi ke luar angkasa?’ jadi saya akan pergi ke luar angkasa,” lanjut Schumer dengan gaya komedinya yang khas. “Terima kasih kepada semua orang yang membawa saya ke sini. Sampai jumpa di luar angkasa.”
Tak hanya dari kalangan selebritas Hollywood, kritikan juga datang dari model dan penulis Emily Ratajkowski. Dalam sebuah video TikTok, ia menyebut misi luar angkasa ini sebagai “omong kosong akhir zaman.” Ratajkowski mempertanyakan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh usaha wisata luar angkasa ini, menyoroti kontradiksi antara promosi isu lingkungan dengan penggunaan sumber daya yang sangat besar untuk kesenangan pribadi.
Sebelumnya, aktris Olivia Munn juga telah menyuarakan kritik serupa dalam acara Today With Jenna & Friends. “Ada banyak hal lain yang sangat penting di dunia saat ini,” tegasnya. “Begitu banyak uang buat pergi ke luar angkasa, dan ada banyak orang yang bahkan gak mampu membeli telur. Apa gunanya? Apakah bersejarah bahwa kalian akan naik wahana? Menurutku itu agak rakus.”
Di tengah gelombang kritikan, Lauren Sanchez dan Gayle King tampil membela misi bersejarah tersebut. Sanchez bahkan secara terbuka mengundang para pengkritik untuk datang langsung ke fasilitas Blue Origin dan menyaksikan dedikasi serta semangat para karyawan di balik layar.
“Mereka mencintai pekerjaan mereka dan mereka mencintai misinya dan itu adalah hal yang besar bagi mereka. Jadi ketika kami mendengar komentar seperti itu, saya hanya berkata, percayalah. Ikutlah dengan saya. Saya akan menunjukkan kepada Anda tentang apa ini, dan itu benar-benar membuka mata,” ujarnya dengan nada meyakinkan.
Polemik seputar misi luar angkasa khusus wanita ini membuka diskusi yang lebih luas tentang prioritas, kesenjangan ekonomi, dan tanggung jawab lingkungan di era kemajuan teknologi yang pesat.
Sementara sebagian merayakan pencapaian dan inspirasi yang ditawarkan, sebagian lainnya mempertanyakan relevansi dan etika di balik wisata luar angkasa mewah di tengah berbagai krisis global yang mendera Bumi. Perjalanan ke bintang-bintang, rupanya, tak lepas dari perdebatan sengit di planet yang ditinggalkannya sejenak.***













