NARASITODAY.COM – Malam itu, di sebuah minimarket di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, ketenangan transaksi di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) terusik. Seorang nasabah menjadi korban kejahatan dengan modus klasik namun meresahkan: ganjal ATM. Tak butuh waktu lama, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota bergerak cepat dan berhasil meringkus dua dari tiga anggota komplotan pelaku.
“Anggota Resmob Polresta Bogor Kota telah menangkap dua pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan cara mengganjal mesin ATM,” ungkap Kepala Satreskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, dengan nada tegas pada Selasa (15/4/2025), mengonfirmasi keberhasilan timnya dalam mengungkap kasus ini.
Aji menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait aksi pencurian di minimarket Jalan Sholeh Iskandar yang terjadi pada Senin (14/5) malam sekitar pukul 22.30 WIB.
Bergerak cepat, tim Resmob Polresta Bogor Kota langsung melakukan pengejaran. Hasilnya, dua pelaku, yang diidentifikasi sebagai Hendri Tanjung (50) dan Abdul Somad (51), berhasil diamankan. Namun, satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri dalam aksi kejar-kejaran dramatis.
“Anggota Resmob Sat Reskrim Polresta Bogor Kota berhasil menangkap kedua pelaku dan satu pelaku berhasil kabur atas nama Iting, dengan cara loncat dari mobil. Pelaku atas nama Iting kabur membawa barang bukti kartu ATM untuk ditukar,” terang Aji, menggambarkan bagaimana pelaku yang buron itu berupaya menghilangkan jejak kejahatan mereka.
Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa komplotan ini tidak hanya beraksi di satu lokasi. “TKP pencurian di ATM minimarket Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Senin (14/5) pukul 10.00 WIB dan ATM minimarket Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Senin (14/5/) pukul 11.00 WIB),” beber Aji, menunjukkan bahwa dalam satu hari yang sama, mereka telah menyasar dua lokasi berbeda di Kota Bogor.
Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang menjadi petunjuk kejahatan mereka. Di antaranya adalah sebuah mobil yang disewa para pelaku dari sebuah rental, dua buah pelat nomor palsu yang digunakan untuk mengelabui petugas, serta alat utama dalam menjalankan aksinya: tusuk gigi dan cuttonbud.
Terungkap pula bahwa para pelaku ini bukan warga lokal Bogor. “Para pelaku berasal dari Tangerang dan Jakarta. Ketiga pelaku baru tiba di kawasan Bogor kemarin pagi,” jelas Aji, mengindikasikan bahwa mereka merupakan pemain lintas kota yang sengaja datang ke Bogor untuk melakukan aksi kejahatan.
Kini, Hendri Tanjung dan Abdul Somad harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum. Sementara itu, polisi terus memburu pelaku ketiga bernama Iting yang berhasil melarikan diri, membawa bersamanya misteri kartu ATM yang sempat diganjal.
Kisah ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada saat bertransaksi di ATM dan bagi aparat kepolisian untuk terus meningkatkan patroli guna memberantas aksi kejahatan dengan modus serupa.***














