NARASITODAY.COM – Kebakaran hebat yang melanda toko mainan gudang petasan pada Minggu malam (13/4/2025). di Wilayah Desa Leuwiliang, menyisakan kepanikan dan kerugian bagi sejumlah warga.
Tak hanya membakar kios dan beberapa kontrakan, insiden ini juga disertai ledakan ratusan petasan yang memperparah kondisi di lokasi kejadian.
Menanggapi insiden tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Leuwiliang mengambil langkah cepat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Salah satunya dengan melakukan penyisiran terhadap pedagang yang diduga menjual petasan secara ilegal di area Leuwiliang.
Kepala Desa Leuwiliang, H. Iman Nurhaiman, mengatakan bahwa dampak kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan parah pada bangunan warga, namun api yang menjalar sempat menghanguskan beberapa bagian kios dan memicu kekhawatiran masyarakat.
“Yang terdampak berat itu tidak ada, tetapi adanya percikan dari api membuat tembok rumah berubah warna dan gosong,” ujar Iman saat dihubungi. pada, Selasa (15/4/2025).
Sebagai bentuk antisipasi, pihaknya menginstruksikan perangkat desa mulai dari ketua RT hingga RW untuk melakukan penertiban terhadap pedagang petasan.
Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan warga, terutama menjelang perayaan Lebaran yang biasanya diwarnai peningkatan penjualan petasan dan kembang api.
“Kami menginstruksikan kepada RT serta RW untuk mengimbau kepada masyarakat agar penjual petasan ditindak tegas demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Iman mengaku, pihaknya tidak mengetahui bahwa kios yang terbakar tersebut menyimpan dan menjual petasan. Ia menyebut sejak awal toko tersebut diketahui hanya berjualan mainan anak-anak.
“Kami Pemdes Leuwiliang dari awal tahunya mereka jualan mainan anak,” pungkasnya.













