Masa Depan Persikabo 1973 di Persimpangan Jalan, Evaluasi Manajemen Jadi Kunci Kebangkitan

0
Masa Depan Persikabo 1973 di Persimpangan Jalan, Evaluasi Manajemen Jadi Kunci Kebangkitan

NARASITODAY.COM – Mimpi masyarakat Kabupaten Bogor untuk melihat tim kebanggaannya, Persikabo 1973, kembali berjaya di kancah sepak bola nasional kini tengah diuji.

Menyusul keterpurukan yang pahit hingga ke Liga 3 Nusantara, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor mengambil sikap tegas. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen klub direncanakan untuk membenahi kondisi internal yang dianggap menjadi biang keladi kemunduran tim.

Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap eksistensi Persikabo 1973 sebagai simbol kebanggaan masyarakat Bogor tidak akan surut. Namun, ia memberikan catatan penting bahwa uluran tangan tersebut harus dibarengi dengan perombakan fundamental dalam tubuh manajemen klub.

Persikabo ini kan degradasinya sudah jauh, dari Liga 1 turun ke Liga 3. Artinya, kita akan support, tapi dibenahi dulu manajemennya. Jangan sampai kita support tapi di manajemennya kurang greget,” ujar Asnan pada Kamis (24/4/2025), menyiratkan kekecewaan atas kinerja manajemen yang dinilai kurang maksimal.

Baca Juga :  Meski Dibatalkan, Kehlani Tetap Lantang Suarakan Isu Kemanusiaan Lewat Musik

Lebih lanjut, Asnan menyoroti perlunya restrukturisasi manajemen secara komprehensif. Menurutnya, berbagai fasilitas dan dukungan yang telah diberikan oleh pemerintah daerah selama ini seolah tidak membuahkan hasil yang signifikan di lapangan hijau.

“Sebetulnya Persikabo itu sudah banyak kelonggaran dari kami, seperti penggunaan Stadion Pakansari sebagai homebase. Tapi dari hari ke hari setiap pertandingan gak ada kemajuan,” ungkapnya, menyoroti kontras antara dukungan yang diberikan dengan performa tim yang terus merosot.

Baca Juga :  Mendikdasmen Usulkan Rp 2,4 Triliun untuk Pemulihan Pendidikan Pascabencana Sumatera

Harapan besar kini disematkan pada pengelolaan klub di masa depan. Asnan berharap agar Persikabo 1973 dikendalikan oleh individu-individu yang memiliki pemahaman mendalam tentang seluk-beluk dunia sepak bola. Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya melibatkan talenta-talenta lokal dari Kabupaten Bogor dalam skuad tim.

“Saya ingin juga yang megang Persikabo ke depan itu minimal orang-orang Kabupaten Bogor yang faham bola, termasuk pemain-pemainnya, dengan tidak menghilangkan pemain asli Bogor,” tegasnya, menyuarakan aspirasi masyarakat agar Persikabo kembali memiliki identitas lokal yang kuat.

Kemunduran Persikabo 1973 memang menjadi ironi tersendiri. Bagaimana tidak, tim yang pernah merasakan atmosfer Liga 1 kini harus berjuang di kompetisi kasta ketiga. Degradasi dua kali secara beruntun, dari Liga 1 ke Liga 2, dan kini ke Liga 3, diduga kuat dipicu oleh masalah klasik dalam pengelolaan klub, mulai dari kelemahan finansial hingga disharmoni internal. Bahkan, isu miring terkait dugaan keterlibatan manajemen dalam praktik pengaturan skor sempat mencuat dan semakin memperburuk citra serta performa tim.

Baca Juga :  Babinsa Turun Langsung, Acara Reggae di Bantarkaret Aman dan Kondusif

Kini, dengan ancaman evaluasi dari Dispora Kabupaten Bogor, masa depan Persikabo 1973 berada di persimpangan jalan. Pembenahan manajemen menjadi harga mati jika klub berjuluk “Laskar Padjajaran” ini ingin kembali bangkit dan mengembalikan kejayaan sepak bola Bogor di kancah nasional.***