
NARASITODAY.COM – Kabupaten Bogor tengah bersiap memasuki babak baru pembangunan. Di bawah kepemimpinan Bupati terpilih Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi (Jaro Ade), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menyusun fondasi pembangunan lima tahun ke depan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Tak hanya itu, arah pembangunan tahun 2026 juga mulai dipetakan melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Langkah strategis ini menjadi wujud nyata upaya menyelaraskan setiap program kerja dengan visi dan misi kepala daerah terpilih, demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang lebih baik.
Proses penyusunan RPJMD dan RKPD ini melibatkan serangkaian tahapan penting, salah satunya adalah Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Menurut Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, Musrenbang telah berjalan dan pintu masukan dari berbagai pihak masih terbuka lebar.
“Ini memang kegiatan yang harus dilaksanakan untuk memetakan RPJMD Bupati dan Wakil Bupati terpilih, proses ini sedang penyusunan dan kita menerima masukan-masukan terus,” ungkap Bambam kepada wartawan pada Kamis (24/4/2025).
Targetnya, dokumen RPJMD yang akan menjadi kompas bagi seluruh kegiatan pemerintahan di Kabupaten Bogor ini akan rampung pada Agustus 2025. Lebih lanjut, Bambam menjelaskan bahwa penyusunan rencana pembangunan lima tahunan ini tak bisa dilepaskan dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
“Iya visi misi, jadi memang internal dan eksternal. Kita sendiri yang menyusun tapi sesuai dengan keinginan beliau, sesuai yang di usulkan penyesuaian Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang,” jelasnya, menekankan bahwa proses penyusunan dilakukan secara internal namun tetap mengakomodasi arahan dari pucuk pimpinan daerah.
Selain fokus pada perencanaan jangka menengah, Pemkab Bogor juga tengah mempersiapkan program kerja 100 hari pertama kepemimpinan Rudy Susmanto dan Jaro Ade. Program ini bukan sekadar gagasan di atas kertas, melainkan akan langsung diimplementasikan di lapangan.
“Misalnya program gerakan pangan murah serentak yang dilaksanakan setiap bulan. Kemarin juga nama jalan yang Ipik Gandamana di Pakansari itu salah satu program 100 hari, nanti detail ya bisa kita lihat mungkin di bulan Mei,” terang Bambam, memberikan contoh konkret program yang telah dan akan berjalan.
Dalam upaya mewujudkan pembangunan yang komprehensif, Pemkab Bogor juga membuka diri untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat. Salah satu inisiatif yang tengah dijajaki adalah program ketahanan pangan berbasis komoditas lokal, seperti potensi besar yang dimiliki talas.
Bambam menyampaikan, “Tadi Pak Adian Napitupulu dari DPR RI menyampaikan ada program untuk talas. Itu salah satu program untuk meningkatkan ketahanan pangan kita di klasifikasi pangan.” Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat ini diharapkan dapat memperkuat berbagai sektor di Kabupaten Bogor, termasuk ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas.
Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang kuat, Kabupaten Bogor optimis menatap masa depan yang lebih gemilang.***













