Waspada Jerat Digital! Pemkot Bogor Gencarkan Penyuluhan Antisipasi Judol dan Pinjol

0
Ilustrasi pinjol.foto:betawipos

NARASITODAY.COM – Judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol). Kedua fenomena ini kini tak lagi sekadar isu teknis, melainkan telah menjelma menjadi krisis sosial yang merayap diam-diam ke tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Bogor pun tak tinggal diam. Melalui serangkaian penyuluhan, Pemkot menggelar upaya pencegahan yang ditujukan langsung kepada warga.

Penyuluhan ini bukan seremoni basa-basi. Bagi Pemkot Bogor, langkah tersebut merupakan bagian dari perjuangan panjang melawan dua “racun digital” yang banyak menjebak generasi muda.

Judol dan pinjol memang tampil menggoda satu menjanjikan keberuntungan instan, satunya lagi menawarkan solusi cepat atas kesulitan ekonomi. Namun keduanya sama-sama menjerumuskan.

Baca Juga :  Cuaca Ektrem Melanda Bogor, Ini Imbauan Paslon Rudy Susmanto - Jaro Ade Kepada Masyarakat

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bogor, Eko Prabowo, menyampaikan keresahannya. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak sekali pun tergoda mencicipi praktik-praktik tersebut, karena dampaknya bisa sangat menghancurkan.

“Jauhi judol dan pinjol. Jangan pernah mencoba-coba atau mencicipi bagaimana rasanya judol dan pinjol. Kalau sudah mencoba atau mencicipi, akan ketagihan,” tegas Eko.

Peringatan itu bukan tanpa alasan. Menurut Eko, banyak warga yang awalnya hanya iseng atau penasaran, tapi akhirnya terjerumus dalam ketergantungan akut. Tak hanya merusak kondisi finansial, tetapi juga mengguncang kestabilan psikologis dan spiritual seseorang.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Tingkatkan Kapasitas Digital Tenaga Pendidik Lewat Pelatihan Literasi Digital

“Kalau sudah ketagihan akan sulit lepas. Kalau sulit lepas, jiwa dan masa depan pun bisa terlepas,” tambahnya dengan nada prihatin.

Fenomena ini kini menjadi perhatian banyak pihak, seiring meningkatnya laporan kerugian akibat judi online dan pinjol ilegal dalam dua tahun terakhir. Di media sosial, promosi layanan ilegal ini terus menggempur, dengan sasaran utama anak-anak muda yang belum sepenuhnya matang secara emosional maupun finansial.

Dalam penyuluhan tersebut, Eko juga mengajak masyarakat untuk mulai membangun kesadaran dari lingkungan terkecil keluarga. Ia menekankan pentingnya pola pikir yang sehat dan kemampuan untuk bersyukur atas apa yang dimiliki.

Baca Juga :  5 Keuntungan Jadi Fangirl, Hidup Lebih Termotivasi dan Penuh Energi

“Maka daripada itu, jauhi judol dan pinjol agar hidup jadi lebih afdol. Untuk afdol, perbanyak syukur dengan nikmati yang ada, jangan mencari yang tidak ada,” pesannya.

Upaya ini menjadi pengingat bahwa teknologi, sejauh apa pun melesat, tetap membutuhkan penyeimbang berupa kesadaran diri dan nilai-nilai hidup. Dan di Kota Bogor, perang melawan jerat digital kini telah dimulai bukan dengan hukuman, tapi lewat penyuluhan yang menyentuh hati.***