NARASITODAY.COM – Di tengah gemerlap dunia hiburan modern, penyanyi dan penari tradisional Indonesia, Denada, menyimpan kekaguman mendalam pada warisan budaya bangsa, khususnya pada keindahan kebaya. Lebih dari sekadar pakaian, bagi Denada, kebaya adalah representasi keanggunan dan identitas diri sebagai perempuan Indonesia.
Mengawali kariernya di industri hiburan Tanah Air dengan menari jaipong, tak heran jika lemari Denada dipenuhi dengan koleksi kebaya yang beragam. Ia mengaku aktif mengumpulkan berbagai model dan warna kebaya selama masa jayanya sebagai penari. Bahkan, jika tak pernah ia bagikan kepada orang lain, jumlah koleksi kebayanya bisa mencapai ratusan.
“Lebih ratusan ada tuh ya kalau dikumpulkan. Sebenarnya semuanya kalau enggak dikasih-kasih ke orang ada (ratusan), cuma sekarang ya pasti engga (ratusan) dan itu juga ada aku turunkan kepada Aisha, (anak Denada, red),” ungkap Denada saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.
Pelantun hits “Jogetin Aja” ini mengungkapkan bahwa koleksi kebayanya mencakup berbagai jenis, mulai dari kebaya yang biasa ia kenakan saat bernyanyi hingga kebaya-kebaya mewah untuk acara resepsi. Kecintaannya pada kebaya tak hanya berhenti pada kepemilikan, namun juga pada pemahaman akan nilai seni dan budaya yang terkandung di dalamnya.
Selain kebaya, Denada juga memiliki ketertarikan yang besar pada kain-kain tradisional dari berbagai penjuru Nusantara. Baginya, setiap helai kain memiliki cerita dan keunikan tersendiri.
Ia selalu merasa bahagia dan terhormat jika mendapatkan kenang-kenangan berupa kain tradisional dari daerah yang pernah ia kunjungi. “Aku punya semuanya. Kainnya juga beragam, ada yang dari Sumatera, Jawa, hingga Bali,” tuturnya dengan antusias.
Lebih dari sekadar koleksi, mengenakan kebaya atau pakaian tradisional Indonesia memberikan Denada sebuah rasa percaya diri dan kebanggaan yang luar biasa. Ia bahkan merasa dirinya menjadi perempuan paling cantik di dunia setiap kali mengenakan busana warisan leluhur ini.
“Aku tuh setiap kali dipakein baju kebaya atau baju tradisional dari wilayah manapun di Indonesia, pasti langsung berasa kayak perempuan paling cantik di seluruh dunia,” imbuhnya dengan senyum.
Dengan kecintaannya yang mendalam pada kebaya dan kain tradisional, Denada berharap agar semua perempuan di Indonesia dapat merasakan kebanggaan dan kebahagiaan yang sama saat mengenakan pakaian tradisional. Baginya, melestarikan dan mencintai warisan budaya adalah wujud nyata dari rasa cinta tanah air dan identitas sebagai bangsa Indonesia.***














