NARASITODAY.COM – Di balik lanskap Sulawesi Barat yang memesona, tersembunyi sebuah potensi ‘harta karun langka’ yang selama ini mungkin luput dari banyak perhatian: sumber daya mineral logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element. Wilayah Mamuju, ibukota provinsi ini, kini menjadi sorotan utama setelah terungkap bahwa dua areanya tercatat sebagai Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) LTJ pertama di seluruh Indonesia. Penemuan ini membuka lembaran baru bagi potensi sumber daya mineral strategis bangsa.
Kabar ini tentu saja disambut dengan antusias oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, bahkan secara terbuka mendorong agar kedua wilayah yang menyimpan ‘berlian’ tersembunyi ini dapat segera dilelang kepada pihak yang berminat dan berkompeten.
“Kalau kami pengennya segera dapat dilelang karena kami terus menyusul yang lain gitu,” ungkap Wafid dengan nada penuh harap di Gedung Kementerian ESDM, seperti dikutip pada Minggu (11/5/2025). Pernyataan ini mengisyaratkan betapa pentingnya potensi LTJ ini bagi perkembangan industri strategis dan teknologi di masa depan.
Lebih lanjut, Wafid mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan usulan pelelangan ini kepada Menteri ESDM. Respons positif pun diterima, dengan arahan agar Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) segera menindaklanjuti proses lelang tersebut.
“Kita mencoba mengusulkan dua wilayah kalau tidak salah ya untuk LTJ, saya kira tinggal di follow up sama Dirjen Minerba ini,” jelas Wafid, menunjukkan optimisme akan terealisasinya pelelangan dalam waktu dekat.
Sejak tahun 2021, Badan Geologi memang menunjukkan keseriusannya dalam memetakan dan mengeksplorasi “harta karun super langka” ini di berbagai penjuru Nusantara. Setelah melakukan eksplorasi di Bangka dan Belitung pada tahun 2021, giliran Mamuju di Sulawesi Barat dan Parmonangan di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang menjadi fokus pada tahun 2022. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengidentifikasi potensi sumber daya alam yang memiliki nilai strategis tinggi.
Meskipun Indonesia digadang-gadang memiliki potensi LTJ yang cukup signifikan, Wakil Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bidang Mineral, Yoseph C.A Swamidharma, menilai bahwa pemetaannya hingga kini masih belum optimal.
“Indonesia sejatinya sudah mulai melakukan kegiatan eksplorasi untuk pengembangan LTJ. Meski begitu, kegiatan eksplorasinya belum terlalu mendetail,” ujarnya pada Jumat (13/9/2023).
Yoseph menekankan pentingnya pendalaman eksplorasi yang telah dilakukan. Ia menjelaskan bahwa karakteristik kandungan LTJ di Indonesia berbeda dengan yang ditemukan di benua-benua besar lainnya. “Yang ada di Indonesia memang turunanya, jadi bisa dikatakan bukan konsentrasi yang utama tapi tidak menutup kemungkinan konsentrasi yang tidak utama itu bisa besar,” paparnya.
Sebagai contoh, Yoseph menunjuk pada fakta bahwa LTJ di Indonesia seringkali merupakan produk sampingan dari mineral timah, seperti monasit dan zirkon. Hal ini memberikan gambaran bahwa potensi LTJ mungkin tersebar dan memerlukan metode eksplorasi yang lebih cermat dan inovatif.
Lebih lanjut, Yoseph mengungkapkan adanya keterlibatan pihak swasta di luar pemerintah dalam kegiatan eksplorasi LTJ di Indonesia. “Saat ini yang sedang mengeksplorasi itu justru dilakukan oleh orang pihak ketiga saya kira pihak swasta di luar pemerintah Indonesia, jadi catatan-catatan belum dimasukan dalam inventory kita,” katanya. Hal ini mengindikasikan perlunya sinergi dan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan pihak swasta dalam upaya mengoptimalkan potensi LTJ nasional.
Penemuan potensi LTJ di Mamuju, Sulawesi Barat, menjadi babak penting dalam upaya Indonesia untuk memanfaatkan kekayaan alamnya secara strategis. Dengan dorongan untuk segera melakukan pelelangan WIUP, harapan akan terbukanya peluang investasi dan pengembangan industri berbasis LTJ semakin menguat.
Namun, tantangan dalam pemetaan yang mendetail dan koordinasi antar pihak terkait masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan agar ‘harta karun langka’ ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan bangsa.***














