Kekalahan Futsal Berujung Tragis, Dua Mahasiswa Tusuk Lawan di Jalan Perhubungan

0
Ilustrasi Tusuk

NARASITODAY.COM – Sebuah pertandingan futsal yang seharusnya menjadi ajang adu ketangkasan dan sportivitas di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, justru berakhir dengan aksi kekerasan yang mengerikan.

Dua mahasiswa berinisial AS (20) dan FH (20) tega menusuk lawan main mereka sendiri menggunakan senjata tajam. Ironisnya, tindakan brutal ini dipicu oleh rasa kesal pelaku yang tidak terima kekalahan dalam pertandingan tersebut.

Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan, mengungkapkan kronologi kejadian nahas yang terjadi di Jalan Perhubungan, Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada tanggal 2 Mei 2025, sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, ketiga korban baru saja selesai bermain futsal dan hendak kembali ke rumah dengan mengendarai sepeda motor.

Baca Juga :  Indonesia Catat Sejarah, Runner-up Piala Asia Futsal 2026

“Tepat di Jalan Perhubungan simpang Jalan PWI tiba-tiba datang dan arah belakang pelapor para pelaku yang mengendarai satu sepeda motor,” kata Kombes Gidion, seperti dilansir oleh detikSumut pada Sabtu (10/5/2025). Peristiwa ini menggambarkan bagaimana sebuah momen kebersamaan dan olahraga berubah menjadi ancaman yang tak terduga dalam sekejap.

Tanpa diduga, para pelaku yang diduga menyimpan dendam akibat kekalahan, menghadang laju sepeda motor yang dikendarai oleh ketiga korban. Akibatnya, korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari kendaraan mereka.

Belum sempat bangkit dan menyelamatkan diri, para pelaku langsung melancarkan serangan fisik yang brutal. Pukulan demi pukulan dilayangkan, dan yang lebih mengerikan, senjata tajam kemudian digunakan untuk menusuk para korban.

Baca Juga :  Vektor dan Kebersihan Tangan Sangat Penting Bagi Pasien, Ini Penjelasan RSUD Leuwiliang

“Pelapor dan dua korban lainnya berteriak minta tolong hingga warga sekitar datang menolong,” jelas Kombes Gidion. Teriakan pilu para korban memecah keheningan malam dan mengundang respons cepat dari warga sekitar yang mendengar kejadian tersebut.

Reaksi sigap warga membuahkan hasil. Mereka berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian dan berhasil mengamankan dua dari tiga pelaku yang terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. Namun, satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri sebelum amukan massa yang geram dapat menjangkaunya.

“Dua orang pelaku dapat diamankan, namun satu orang pelaku melarikan diri,” pungkas Kombes Gidion, mengindikasikan bahwa pengejaran terhadap pelaku yang buron tengah dilakukan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga :  Indonesia Futsal Menang Besar, Hector Souto Harap Dukungan Suporter Lebih Ramai

Insiden tragis ini menjadi pengingat betapa bahayanya emosi negatif yang tidak terkontrol, bahkan dalam konteks sebuah pertandingan olahraga yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan dan fair play. Kekalahan dalam sebuah permainan, alih-alih menjadi pelajaran untuk introspeksi diri, justru berujung pada tindakan kriminal yang menyebabkan luka fisik dan trauma mendalam bagi para korban.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya penanaman nilai-nilai sportivitas dan pengendalian diri, terutama di kalangan generasi muda. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif pasti dan menangkap pelaku yang melarikan diri, demi menegakkan keadilan bagi para korban dan memberikan efek jera bagi pelaku kekerasan.***