NARASITODAY.COM – Mimpi untuk kembali berlaga di pentas bola basket Asia bagi Timnas putri U-16 Indonesia kini memasuki babak krusial. Pekan depan, tepatnya mulai tanggal 14 hingga 18 Mei, skuad Garuda Muda akan bertolak ke Hanoi, Vietnam, untuk melakoni kualifikasi Piala Asia U-16. Di sana, tantangan berat telah menanti, dengan persaingan sengit dari tim-tim kuat Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan tuan rumah Vietnam.
Ajang bertajuk FIBA U16 Women’s Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 ini menjadi panggung pertama bagi Indonesia untuk membuktikan kualitas dan semangat juang mereka. Persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari. Sejak 9 April lalu, para pemain muda berbakat ini menjalani training camp intensif di GOR CLS Surabaya.
Selama pemusatan latihan, seluruh pemain menunjukkan dedikasi tinggi dengan melahap setiap menu latihan yang diberikan. Rangkaian tes fisik menjadi fondasi awal, diikuti dengan berbagai sesi latih tanding yang bertujuan untuk memantapkan strategi tim sekaligus menyeleksi pemain terbaik yang layak mengisi skuad inti.
Setelah melalui proses seleksi yang ketat selama lebih dari tiga pekan, tim pelatih akhirnya menetapkan 12 atlet terbaik yang akan menjadi andalan Merah Putih di Vietnam. Mereka dijadwalkan terbang ke Hanoi pada Senin (12/5), hanya dua hari sebelum melakoni pertandingan perdana di kualifikasi ini.
“Coaching staff sudah menjalani serangkaian seleksi berjalan selama 3 minggu lebih dan terpilih 12 pemain yang terbaik dan siap untuk saat ini,” ujar Pelatih Kepala Timnas Putri U16, Marlina Herawan, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (10/5). Pernyataan ini mencerminkan keyakinan tim pelatih terhadap potensi dan kesiapan para pemain untuk menghadapi tantangan di depan mata.
Lebih lanjut, Marlina Herawan menyampaikan pesan penuh semangat dan harapan. “Seluruh pemain dalam keadaan siap berjuang untuk meraih hasil terbaik di SEABA Qualifier Hanoi, Vietnam. Mohon doa dan dukungan seluruh insan bola basket Indonesia,” lanjutnya.
Dukungan dari seluruh pecinta bola basket Tanah Air tentu akan menjadi suntikan motivasi berharga bagi para srikandi muda ini.
Perjalanan menuju FIBA U-16 Women’s Asia Cup kali ini terasa berbeda. Untuk pertama kalinya, tiket menuju turnamen utama harus diperebutkan melalui jalur kualifikasi. Sebuah perubahan signifikan jika dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya, di mana semua tim anggota berhak tampil langsung sejak tahun 2009.
Format awal ini berlangsung hingga tahun 2015 dengan empat kali penyelenggaraan, di mana Indonesia sempat berpartisipasi pada tahun 2013 (peringkat 10) dan 2015 (peringkat 8).
Memasuki tahun 2017, format kembali berubah menjadi dua divisi, A dan B, namun tiket langsung ke FIBA U16 Women’s Asia Cup tetap berlaku bagi setiap tim. Indonesia sendiri berada di Divisi B dan telah berpartisipasi sebanyak satu kali dalam format ini, yaitu pada tahun 2022 dengan meraih peringkat ke-7.
Kini, dengan adanya sistem kualifikasi, perjuangan Timnas putri U-16 semakin menantang. Sebagaimana yang disampaikan oleh Manajer Timnas Putri U-16, Hendry Linanda, target utama tim adalah lolos ke FIBA U-16 Women’s Asia Cup yang akan digelar pada bulan September mendatang. Untuk mewujudkan target tersebut, Indonesia harus mampu bersaing dan meraih hasil positif melawan Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam di kualifikasi Hanoi.
Semangat juang, persiapan matang, dan dukungan dari seluruh bangsa akan menjadi modal berharga bagi para pemain muda ini dalam mengarungi kerasnya persaingan di Vietnam.
Harapan besar kini bertumpu di pundak mereka untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah bola basket Asia dan mengamankan tempat di Piala Asia U-16 mendatang. Mari kita doakan dan dukung perjuangan mereka.***














