NARASITODAY.COM – Suara tawa dan percakapan para wisatawan asal Bogor yang memenuhi bus pariwisata itu tiba-tiba berubah menjadi jeritan panik saat roda kendaraan oleng dan bus terguling ke parit di pinggir jalan. Liburan yang seharusnya membawa kebahagiaan, mendadak menjadi petaka di tengah perjalanan sore itu.
Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Saketi–Labuan, tepatnya di Kampung Gonggong, Desa Cipicung, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Bus bernomor polisi B-7128-KG yang mengangkut rombongan wisatawan ini dilaporkan terguling setelah menyenggol kendaraan lain.
“Bus menyenggol kendaraan roda empat yang ada di depannya, kendaraan bus PO Duta Parahyangan mengalami oleng tak terkendali dan masuk ke parit,” jelas Kanit Gakkum Satlantas Polres Pandeglang, Ipda Endin Arsudin, saat ditemui wartawan.
Bus tersebut datang dari arah Labuan menuju Pandeglang. Dalam kondisi lalu lintas yang ramai di akhir pekan, takdir buruk menanti di tikungan kampung yang sepi. Satu senggolan cukup untuk membuat kendaraan besar itu kehilangan kendali.
Akibat kecelakaan tersebut, tujuh orang mengalami luka ringan. Mereka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Aulia untuk mendapatkan penanganan medis. Meski tak ada korban jiwa, luka fisik dan trauma tentu membekas di benak para penumpang.
“Untuk korban itu ada 7 orang mengalami luka ringan, sudah dievakuasi,” ujar Endin.
Sementara itu, pihak kepolisian kini tengah mendalami penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan terhadap sopir bus akan segera dilakukan untuk mengevaluasi aspek kelayakan kendaraan maupun faktor human error.
“Itu jelas langkah ke depannya sopir akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan kelayakan kendaraannya,” imbuh Endin.
Bagi para wisatawan yang mengalami langsung insiden ini, perjalanan mereka tak lagi sekadar kisah liburan, melainkan menjadi pengalaman tak terlupakan yang mengingatkan betapa rapuhnya rasa aman di jalan raya.
Jalanan yang mereka lintasi menuju pantai dan tempat wisata berubah menjadi saksi bisu kegentingan dan kelegaan yang bersisian saat selamat menjadi anugerah yang disyukuri.***














