NARASITODAY.COM – Matahari belum terlalu tinggi ketika langkah kaki mulai menggema di peron Stasiun Bogor, Minggu (11/5/2025). Gelombang manusia datang silih berganti, menyerbu kota yang dikenal dengan kesejukannya itu. Libur panjang Hari Raya Waisak telah mengubah stasiun menjadi lautan manusia dan Kota Bogor menjadi magnet wisatawan.
Tak tanggung-tanggung, hingga pukul 16.00 WIB, Stasiun Bogor telah melayani lebih dari 74 ribu penumpang. Kepala Stasiun Bogor, Endarno, mencatat lonjakan tersebut sebagai salah satu yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“(Jumlah penumpang) Hari ini per pukul 16.00 WIB, terhitung mulai jam pertama operasional mencapai 74.328 (penumpang). Rinciannya, gate in (meninggalkan Kota Bogor) sebanyak 28.788, gate out (datang ke Kota Bogor) 45.328,” ujar Endarno kepada wartawan.
Angka ini bahkan melampaui jumlah penumpang di hari Minggu sebelumnya, 4 Mei 2025. Ketika itu, volume penumpang masih berada di angka 61.510, jauh lebih rendah dibanding akhir pekan ini.
“Untuk jumlah penumpang pada hari Minggu, tanggal 04 Mei per pukul 14.00 WIB total 61.510 orang. Rinciannya, total volume gate in sebanyak 21.513 orang. Kemudian total volume gate out 39.997 orang,” lanjutnya.
“Ada peningkatan karena libur long weekend,” imbuh Endarno.
Peningkatan jumlah penumpang tidak hanya terasa di balik meja operator, tapi juga nyata terlihat di lapangan. Pantauan detikcom di lokasi, antrean mengular di berbagai sudut stasiun.
Dari peron hingga gate timur yang mengarah ke Alun-alun Kota Bogor, lautan manusia seolah tak berhenti bergerak. Penumpang tampak berdesakan, sebagian menunggu giliran untuk tapping tiket, lainnya tampak buru-buru ingin segera sampai di tujuan wisata mereka.
Banyak dari mereka memang sengaja datang dari berbagai penjuru Jabodetabek untuk sekadar menikmati suasana kota hujan. Dari Kebun Raya, Alun-alun Kota Bogor, hingga kuliner khas di Jalan Surya Kencana, Bogor seolah menawarkan pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kota besar selama libur panjang ini.
Stasiun menjadi pintu gerbang, dan hari itu, Bogor kembali menjadi ruang temu bagi ribuan cerita manusia dari keluarga kecil yang membawa bekal piknik, pasangan muda yang ingin berswafoto, hingga pejalan solo yang mencari udara segar. Kota ini, setidaknya untuk satu akhir pekan, menjadi tempat yang dicari banyak orang.***














