Masyarakat dan Aparat Bersatu Doakan Korban Ledakan Amunisi, Menanti Hasil Investigasi

0
Ilustrasi ledakan

NARASITODAY.COM – Mendung bukan hanya karena cuaca. Suasana duka menyelimuti kawasan setelah insiden ledakan tragis terjadi dalam proses pemusnahan amunisi kadaluarsa yang menewaskan 13 orang warga sipil dan prajurit TNI.

Tragedi ini tidak hanya mengguncang warga setempat, tetapi juga menggetarkan Senayan. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, langsung angkat suara, meminta investigasi menyeluruh atas kejadian tersebut. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam proses penyelidikan.

“Semoga korban yang meninggal dunia dalam keadaan husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut,” ucap Oleh dalam keterangannya, Senin (12/5/2025).

Sebagai legislator yang mewakili daerah pemilihan Jawa Barat XI yang meliputi Garut, Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya Oleh menyatakan kekecewaannya atas tragedi yang tak seharusnya terjadi jika protokol keamanan dipatuhi dengan ketat.

“Apakah sudah dilakukan sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang telah ditetapkan atau ada kelalaian yang dilakukan oknum TNI dalam pemusnahan?” tanyanya dengan nada penuh keprihatinan.

Baca Juga :  Layanan Administrasi Kependudukan Di CFD Tegar Beriman Diserbu Masyarakat

Ia menuntut agar TNI melakukan investigasi yang mendalam agar semua fakta menjadi jelas, termasuk siapa yang harus bertanggung jawab. “Tentu ini harus dilakukan investigasi secara menyeluruh agar terang benderang dan apa yang menjadi penyebab terjadinya korban jiwa. Dan siapa yang bertanggung jawab terhadap peristiwa itu,” tegas Oleh.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menghargai nyawa manusia dan tidak menganggap remeh tragedi ini. “Korbannya tidak sedikit. Harga nyawa jangan dianggap murah dan enteng. Semoga investigasi yang dilakukan bisa menjadikan masalah ini terang benderang,” katanya.

Senada dengan Oleh, rekan sesama wakil rakyat dari dapil yang sama, Lola Nelria Oktavia, turut menyampaikan duka mendalam. Politisi Partai NasDem ini menyoroti pentingnya penanganan cepat terhadap korban luka untuk mencegah angka kematian bertambah.

Baca Juga :  Ujian Nasional Kembali Digelar Tahun 2026, Namun 39 Sekolah di Bogor Masih Bermasalah

“Turut berduka atas kejadian ledakan saat pemusnahan amunisi di Garut. Tragedi ini menyisakan luka mendalam, baik bagi keluarga korban maupun masyarakat luas. Korban luka juga harus mendapatkan penanganan cepat dan perawatan terbaik agar jumlah korban jiwa tidak bertambah,” ujar Lola.

Ia pun mengajak publik mendoakan para korban, “Untuk korban yang meninggal semoga husnul khotimah, dan mari bersama-sama kita doakan yang terbaik untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan.”

Meski menyayangkan insiden tersebut, Lola meminta semua pihak untuk menahan diri dari spekulasi hingga hasil investigasi resmi dirilis. “Mari kita tunggu hasil investigasi resmi untuk memastikan keadilan bagi para korban. Tidak perlu ada spekulasi yang terlalu dini atas peristiwa ini,” ungkapnya.

Sebagai anggota Komisi III DPR, Lola menyatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Ia juga menyoroti bahwa kegiatan pemusnahan amunisi sebenarnya bukan kali pertama dilakukan di lokasi itu, sehingga seharusnya sudah ada pertimbangan matang terkait risiko.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Sampaikan Terima Kasih Atas Dedikasi TNI dan Polri 

“Jarak dengan polres juga sekitar 3 jam. Jadi seharusnya sudah ada pertimbangan yang matang termasuk dalam hal pengalaman penyelenggaraan kegiatan yang mempertimbangkan keamanan dan keselamatan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, sistem pengelolaan amunisi perlu dievaluasi secara serius oleh aparat. “Sekaligus memperbaiki sistem keamanan dalam pengelolaan amunisi. Jangan sampai kejadian serupa terulang atau terjadi di tempat lain,” tutup Lola.

Dalam bayang-bayang asap dan puing ledakan, tragedi ini menyisakan pertanyaan besar tentang prosedur, tanggung jawab, dan keselamatan publik. Saat masyarakat menunggu kejelasan, suara dari parlemen menjadi pengingat bahwa nyawa manusia tak boleh jadi korban dari kelalaian.***